- Joglo Jompongan
- Joglo Kepuhan Lawakan
- Joglo Ceblokan
- Joglo Kepuhan Limolasan
- Joglo Sinom Apitan
- Joglo Pengrawit
- Joglo Kepuhan Apitan
- Joglo Semar Tinandu
- Joglo Lambangsari
- Joglo Wantah Apitan
- Joglo Hageng
- Joglo Mangkurat
Merupakan bentuk rumah joglo yang memakai 2 buah pengeret dengan denah bujur sangkar. Bentuk ini merupakan bentuk dasar joglo.
2. Joglo Kepuhan Lawakan
Merupakan rumah Joglo tanpa memakai geganja atap berujung sehingga kelihatan tinggi
3. Joglo Ceblokan
Merupakan rumah joglo yang memakai saka pendhem (terdapat bagian tiang setelah bawah terpendam) sering bentuk ini tidak memakai sunduk.
Merupakan rumah joglo yang memakai sunduk bandang lebih panjang dan ander agak pendek, sehingga atap berujung panjang.
5. Joglo Sinom Apitan
6. Joglo Pengrawit
7. Joglo Kepuhan Apitan
8. Joglo Semar Tinandhu
- Denah berbentuk persegi panjang
- Pondasi bebatur, yaitu tanah yang diratakan dan lebih tinggi dari tanah disekelilingnya. Diatas bebatur dipasang umpak yang sudah diberi purus wedokan, umpak ini nantinya akan disambung dengan tiang saka.
- Memakai 2 saka guru sebagai tiang utama yang menyangga atap brunjung dan 8 saka pananggap yang berfungsi sebagai penyangga yang berada diluar saka guru.
- Bagian bawah tiap saka diberi purus lanang untuk disambung ke purus wedokan dan diperkuat dengan umpak
- Terdapat 2 pengeret sebagai penyangga balok tandu.
- Memiliki tumpang 3 tingkat yang ditopang balok tandu
- Atapnya memiliki 4 jenis empyak yaitu empyak brunjung, empyak cocor pada bagian atas dan empyak penanggap serta empyak penangkur dibagian bawah.
- Pada atap terdapat molo
- Menggunakan usuk rigereh, usuk yang pada bagian atas bersandar pada dudur sedangkan bagian bawah bertumpu pada balok pengeret dan dipasang tegak lurus.
- Biasanya digunakan untuk regol (pintu masuk)
- Bentuk denah persegi panjang
- Memakai pondasi bebatur, yaitu tanah yang diratakan dan lebih tinggi dari tanah disekelilingnya. Diatas bebatur ini dipasang umpak yang sudah diberi purus wedokan
- Terdapat 4 saka guru sebagai penahan atap brunjung yang membentuk ruang pamidangan yang merupakan ruang pusat dan 12 saka pananggap yang menyangga atap pananggap (tiang pengikut), masing-masing saka ditopang oleh umpak menggunakan sistem purus
- Memakai blandar, pengeret, sunduk, serta kilil. masing- masing blandar dan pengeret dilengkapi dengan sunduk dan kili sebagai stabilisator
- Menggunakan tumpang dengan 5 tingkat. Balok pertama disebut pananggap, balok ke dua disebut tumpang, balok ke tiga dan empat disebut tumpangsari, dan balok terakhir merupakan tutup kepuh yang berfungsi sebagai balok tumpuan ujung- ujung usuk atap
- Uleng/ruang yang terbentuk oleh balok tumpang di bawah atap ada 2 (uleng ganda)
- Terdapat godhegan sebagai stabilisator yang biasanya berbentuk ragam hias ular-ularan
- Menggunakan atap sistem empyak. 4 sistem empyak yang digunakan brunjung dan cocor pada bagian atas, serta pananggap dan penangkur di bagian bawah
- Terdapat balok molo pada bagian paling atas yang diikat oleh kecer dan dudur
- Menggunakan usuk peniyung yaitu usuk yang dipasang miring atau memusat ke molo. Joglo ini juga tidak memiliki emper
11. Joglo Hageng
Merupakan rumah joglo yang memiliki ukuran lbh rendah dan ditambah atap yg disebut pengerat dan ditambah tratak keliling Pendapa Agung Istana mangkunegaran Surakarta.
12. Joglo Mangkurat
No comments: