PESONA WISATA INDONESIA

welcome to our blog



in a way, articles can also be described as a type of adjectives as they also tell us something about the nouns, like adjectives.

Articles are found in many Indo-European, Semitic, and Polynesian languages but formally are absent from some large languages of the world, such as Indonesian, Japanese, Hindi and Russian.

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

    Posted by: guru ppkn cerdas Posted date: April 01, 2014 / comment : 0


    Pati ibukota dari Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Rembang di timur, Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan di selatan, serta Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara di barat.

    Batik bakaran motif kupu-kupu

    (https://butikhardjolestaribatam.blogspot.com)

    Batik Pati biasa disebut dengan Batik Bakaran. Dimana Bakaran merupakan sebuah desa yang ada di kecamatan Juwana, kabupaten Pati. Desa ini dibagi menjadi 2 yaitu Bakaran Wetan dan Bakaran Kulon, sebagai sentra industri Batik di Pati. Seni batik bakaran ini berjalan sejak zaman majapahit antara abad 14 sampai sekarang.

    Batik bakaran

    (https://paticentraljava.blogspot.com)

    (https://klaster-umkm.blogspot.com)

    Keterampilan membatik tulis bakaran di Desa Bakaran Wetan itu punya sejarah yang melegenda. Keterampilan itu tak lepas dari buah didikan Nyi Banoewati atau Nyai Ageng Siti Sabirah, penjaga museum pusaka dan pembuat seragam prajurit pada akhir Kerajaan Majapahit abad ke-14.

    Batik bakaran motif burung kasmaran

    (https://batikjuwana.wordpress.com)

    Batik bakaran motif burung emprit biru langit

    (https://batikjuwana.wordpress.com)

    Waktu itu, Kerajaan Majapahit diambang keruntuhannya karena wilayahnya sudah hampir dikuasai oleh kerajaan Islam Demak Bintoro. Nyai Banoewati salah seorang abdi dalem yang sudah memeluk agama Islam. Yang saat itu warga keraton sangat melarang keras warganya untuk beragama Islam. Akhirnya Sang abdi dalem ini ketahuan dan melarikan untuk menyelamatkan diri dari hukuman raja dan sergapan prajurit, hingga diketemukan daerah rawa-rawa di pantai utara dan menetap disini, dengan nama Bakaran Wetan. Motif batik yang diajarkan Nyi Banoewati adalah motif batik Majapahit. Misalnya, sekar jagat, padas gempal, magel ati, limaran dan gandrung.

    Batik bakaran

    (https://yuliatiwarno.indonetwork.co.id)

    (https://envagallery.blogspot.com)

    Perkembangan motif batik bakaran Pati ada dua macam yaitu

    Batik bakaran Udan Liris dan Naga Raja

    Atas: Motif udan liris (hujan rintik-rintik)
    Bawah: Motif naga raja dengan latar Gandrung
    (https://www.kerajinankujuwana.web.id)

    Batik bakaran motif Merak Ngigel

    (https://www.kerajinankujuwana.web.id)

    1. Motif Tengahan. Yaitu pengembangan dari motif Nyi Banoewati, seperti Gringsing, Bregat Ireng, Sido Mukti, Sido Rukun, Namtikar. Blebak Kopik, Merak Ngigel, Nogo Royo, Rawan, Truntum, Liris, Blebak Duri, Kawung Tanjung, Kopi Pecah, Manggaran, Kedele Kecer, Puspo Baskora, Ungker Cantel, Blebak Lung, dan beberapa motif tengahan yang lain.

    2. Motif Pesisir, seperti Blebak Urang, Loek Chan dan motif pesisir lainnya.

    Saat ini warga Bakaran selain melestarikan motif Nyi Banoewati, mereka juga mengembangkan aneka macam motif kontemporer, antara lain motif pohon druju (juwana), gelombang cinta, kedele kecer, jambu alas, dan blebak urang.

    Yuk kita lestarikan dengan memakai Batik Pati atau Batik Bakaran, sahabat GPS Wisata Indonesia. Semoga bermanfaat.

    Tagged with:

    Next
    Newer Post
    Previous
    Older Post

    No comments:

    Leave a Reply

Comments

The Visitors says