PESONA WISATA INDONESIA

welcome to our blog



in a way, articles can also be described as a type of adjectives as they also tell us something about the nouns, like adjectives.

Articles are found in many Indo-European, Semitic, and Polynesian languages but formally are absent from some large languages of the world, such as Indonesian, Japanese, Hindi and Russian.

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

    Posted by: guru ppkn cerdas Posted date: December 02, 2014 / comment : 0


    Masjid as-Syakirin terletak di Jalan Raya Deli Tua, Kampung Deli Tua, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, di antara permukiman penduduk.

    Belum banyak informasi yang didapat mengenai sejarah masjid ini. Akan tetapi, berdasarkan penuturan masyarakat setempat masjid ini dibangun sekitar tahun 1819 dan merupakan bagian dari peninggalan Sultan Deli. Perawatan dan pengelolaan masjid dilakukan oleh keturunan Sultan Deli dan masyarakat sekitar masjid.

    Arsitektur

    Kubah

    Masjid as-Syakirin memiliki atap dua tingkat atau tumpang dua berbahan genteng, kubah dibagian puncaknya berbentuk bulat segi delapan.

    Menara

    Menara yang terbuat dari beton juga turut melengkapi bangunan bersejarah ini. Tinggi menara dari dasar sampai ke puncak menara kurang lebih mencapai 20 meter. Menara terbagi ke dalam tiga bagian, yakni bagian kaki, tengah, dan atap. Bagian kaki berbentuk persegi dan berpintu. Bagian tengah memiliki bentuk yang sama, namun dihiasi dengan tiang tegak dan datar. Bagian atasnya dikelilingi pagar dan memiliki tiang di keempat sudutnya. Sedangkan bagian atap memiliki bentuk kubah dan terdapat bulan-bintang di puncaknya.

    Serambi

    Serambi masjid berada di sisi depan (dimana masjid menghadap ke arah selatan), belakang, dan samping timur. Untuk menuju serambi terdapat dua jalan, yakni tangga yang berada di sebelah barat dan timur. Tangga tersebut terbuat dari keramik di sisi depan masjid. Serambi tidak ada di sisi barat masjid karena di sisi tersebut terdapat mihrab. Sekeliling serambi diberi pagar dan memiliki enam tiang bulat yang tingginya kurang lebih 2 meter. Antara tiang satu dan tiang lainnya dihubungkan dengan hiasan lengkungan. Selain di antara tiang, bentuk lengkungan juga dapat ditemukan di tembok pembatas antara teras dengan ruang utama.

    Ruang Utama

    Sama seperti letak serambi, pintu ruang utama juga berada di bagian depan, selatan dan sisi timur masjid. Sedangkan jendela hanya terdapat di sisi barat dengan jumlah empat buah. Masing-masing dua buah berada di sebalah kiri dan kanan mihrab. Di atas setiap pintu dan jendela terdapat ventilasi. Sebagai ruangan untuk sholat, di dalam ruang utama juga terdapat mihrab dan mimbar.

    Mihrab dan Mimbar

    Adapun mihrab di bagian barat memiliki atap sendiri dari bahan cor dengan bentuk bulat. Mihrab berbentuk setengah lingkaran, menjorok ke luar sisi barat, dan terbuat dari marmer. Bagian atas mihrab berbentuk lengkung tiga, dimana di dalam mihrab itu sendiri terdapat ventilasi dengan bentuk segitiga. Terdapat tiang berbentuk bulat yang berdiri dari lantai sampai ke plafon di depan mihrab. Adapun mimbar yang juga berada di ruang utama memiliki sembilan anak tangga, terbuat dari kayu, dan bagian puncak mimbar berbentuk kubah serta meruncing.

    Bangunan baru

    Di bagian timur masjid terdapat bangunan baru yang difungsikan sebagai tempat berwudhu.

    Renovasi

    Pada tahun 1992, masyarakat melakukan swadaya untuk melakukan pemugaran masjid. Bangunannya memiliki luas 20 x 22 meter dengan denah persegi panjang. Pintu masuk masjid berada di sebelah selatan. Sekitar masjid terdapat halaman yang sekelilingnya dipagar besi. Selain halaman, Masjid as-Syakirin juga memiliki serambi, ruang utama untuk sholat, menara, dan tempat wudhu.

    Sumber: KebudayaanIndonesia

    Tagged with:

    Next
    Newer Post
    Previous
    Older Post

    No comments:

    Leave a Reply

Comments

The Visitors says