PESONA WISATA INDONESIA

welcome to our blog



in a way, articles can also be described as a type of adjectives as they also tell us something about the nouns, like adjectives.

Articles are found in many Indo-European, Semitic, and Polynesian languages but formally are absent from some large languages of the world, such as Indonesian, Japanese, Hindi and Russian.

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  • Puncak Gunung Gede Cianjur Jawa Barat (https://blog.galihsatria.com)

    Gunung Gede adalah sebuah gunung yang terletak di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi, Jawa Barat. Gunung Gede berada dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia tahun 1980.

    Gunung Gede (https://www.exploregunung.com)

    Gunung Gede bisa dikatakan gunung terfavorit di Jawa Barat. Hampir setiap pekan baik dari kalangan pecinta alam ataupun pendaki pemula melakukan pendakian di gunung yang memiliki ketinggian 2958 Mdpl ini. Ada beberapa jalur untuk mendaki Gunung Gede, namun yang cukup terkenal adalah Jalur Cibodas. Selama perjalanan Anda akan melewti tempat-tempat yang menarik seperti air terjun, sumber air panas, telaga hingga padang Edelweis.

    Pendakian Gunung Gede Pangrango via jalur Cibodas adalah jalur utama dan paling favorit bagi para pendaki. Lokasi Cibodas ada di kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Untuk menuju basecamp Cibodas atau pintu masuk pendakian Cibodas aksesnya cukup mudah yakni tinggal menuju Kebun Raya Cibodas karena sudah satu arah menuju basecampnya.

    Booking Pendakian

    Untuk mendaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango diberlakukan sistem booking 3 sampai 30 hari sebelum pendakian. Jadi Anda perlu booking terlebih dahulu dikarenakan jumlah pendaki dibatasi hanya 600 permalam, 300 melalui Jalur Cibodas, 200 Jalur Gunung Putri dan 100 Jalur Selabintana.

    Jalur Pendakian

    Peta Jalur Pendakian (https://www.narareba.com)

    Di samping Gunung Gede berdiri sebuah gunung yang bernama Gunung Pangrango. Keduanya masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jika dilihat dari kejauhan Gunung Gede tampak seperti kubah, sedangkan Gunung Pangrango nampak seperti segitiga runcing. Gunung Gede merupakan salah satu gunung di Indonesia yang memiliki kekayaan flora. Untuk mendaki Gunung Gede sebenarnya ada 3 jalur yaitu Jalur Cibodas, Jalur Gunung Putri dan Jalur Salabintana. Dari ketiganya memang jalur Cibodas adalah jalur yang populer dikalangan para pendaki.

    Jalur Cibodas dan lama Pendakian

    Pos Pendaftaran – Tarentong (15 menit)

    Pendaftaran untuk pendakian Gunung Gede-Pangrango dilakukan minimal 30 hari sebelum pendakian. Booking online bisa dilakukan via website resmi TNGGP disini.

    Start awal pendakian kita harus melakukan registari ulang pada pos pendaftaran. Jangan lupa cek kelengkapan dan jangan sepelekan keselamatan diri, bawalah peralatan yang lengkap dan aman. Dan patuhi semua peraturan yang diberlakukan.

    Tarentong – Telaga Biru (15 menit)

    Perjalanan awal akan banyak didominasi oleh trek batu yang sudah disusun. Karena pada pendakian awal adalah jalur wisata maka jangan heran jika banyak wisatawan yang bergandengan tangan bolak balik. Mereka biasanya mengunjungi Wisata Telaga Biru dan Air Terjun Cibeureum.

    30 menit perjalanan awal kita akan bertemu dengan sumber air atau telaga kecil yang dinamakan “Telaga Biru“. Biru karena warna airnya kebiru-biruann, efek dari gangga yang ada di dasar dan pinggiran telaga. Dalam perjalanan awal ini kita akan banyak menjumpai aliran air.

    Telaga Biru – Rawa Panyangcangan (20 menit)

    Dari Telaga Biru lalu perjalanan dilanjutkan menuju Rawa Panyangcangan. Cukup 20 menit saja karena jaraknya dekat. Di sini ada sebuah rawa yang dinamakan “Panyangcangan”. Dan Pos Rawa Panyangcangan ini juga menjadi percabangan untuk menuju gunung Gede-Pangrango dan air terjun Cibeureum.

    Rawa Panyangcangan – Rawa Denok 1 (10 menit)

    Selanjutnya dari percabangan Rawa Panyangcangan kita akan melewati jalan Rawa yang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga nyaman untuk dilalui. Jalan tersebut dibuat dari beton.

    Selanjutnya akan melewati pos-pos yang sama dan selepas dari jalan rawa kita akan bertemu dengan jalan bebatuan dan mulai terjal, menanjak, memutar, dan melelahkan yang pasti. Mulai dari sini perlajanan naik gunung sebenarnya dimulai.

    Rawa Denok 1 – Air Panas (2 jam 15 menit)

    Setelah 2 jam-an perjalanan selepas dari Rawa Denok sampailah kita pada Air Panas. Di Pos Air Panas ini adalah sebuah jalan menembus aliran air panas dari puncak gunung Gede. Trek yang akan kita lalui sangat ekstrim dan harus sangat hati-hati karena kita akan berjalan di atas aliran air panas yang sempit dan hanya berpegangan dengan seutas tali dan di bawah aliran tersebut adalah jurang yang curam.

    Setelah melewati jalan air panas tersebut kita akan bertemu dengan shelter atau tempat istirahat dan di sana ada kolam kecil air panas, kita bisa berendam kaki di sana. Rasanya luar biasa!

    Air Panas – Kandang Batu (1 jam)

    Selanjutnya perjalanan menuju Kandang Batu memakan waktu 1jam. Pos Kandang Batu adalah tempat yang cukup luas mampu menampung beberapa tenda.

    Kandang Batu – Panca Weuleuh (10 menit)

    Selanjutnya, dekat dari Kandang Batu kita akan bertemu dengan Air Terjun Panca Weuleuh. Aliran air kecil.

    Panca Weuleuh – Kandang Badak (1 jam)

    Selanjutnya 1jam perjalanan lagi kita akan sampai di Pos Kandang Badak. Nah, si pos inilah menjadi pos paling favorit para pendaki untuk mendirikan tenda dan bermalam. Di Pos Kandang Badak ini sangat berlimpah sumber air, ada tempat yang dibuat khusus seperti galon air untuk menampung air dari gunung. Di pos ini bisa menampung sampai puluhan tenda.

    Kandang Badak – Puncak Gunung Gede (2jam)

    Nah, perjalanan mendaki puncak dari Kandang Badak cukup memakan waktu yang lama. Yakni 2jam perjalanan masing-masing, menuju puncak gunung Gede atau puncak gunung Pangrango. Nanti akan bertemu dengan percabangannya, kiri untuk puncak Gede, kanan untuk puncak Pangrango.

    Dalam perjalanan menuju puncak Gede kita akan bertemu dengan jalan yang bercabang, satu jalan memutar, satunya lagi jalan via tanjakan yang sangat ekstrim dinamakan “tanjakan Setan”. Jika ingin dua-duanya kita bisa melalui jalur pertama saat berangkat, pulangnya bisa via jalur Tanjakan Setan.
        

    Peraturan

    Jika anda berencana ingin mendaki ku Puncak Gunung Gede Pangrango, ada beberapa peraturan yang perlu anda ketahui. Sehingga perjalanan anda nantinya akan berjalan dengan baik tanpa mengalami kendala yang tidak di inginkan tentunya. Berikut beberapa aturan yang harus di taati ketika mendaki ke Puncak Gunung Gede Pangrango:
    • Pendaki diwajibkan melapor ke petugas pintu masuk dan pintu keluar 
    • Dilarang memberi makan kepada satwa 
    • Dilarang membawa binatang atau menanam tumbuhan ke lokasi 
    • Dilarang berjalan di luar jalur yang telah ditetapkan Dilarang melakukan hal yang berpotensi menyulut api 
    • Dilarang merusak atau memetik tanaman yang ada di lokasi 
    • Dilarang membawa alat musik dan radio 
    • Dilarang membuang sampah sembarangan 
    • Dilarang mencorat coret sarana dan prasarana yang terdapat di lokasi
    Tips
    • Pilihlah hari yang bagus untuk mendaki, usahakan jangan waktu hujan 
    • Latihan fisik seminggu sebelum hari H.
    • Untuk pendakian Gede-Pangrango kita bisa naik pagi atau malam. Jika pagi bagusnya pukul 10-13. Jika malam 6-7 
    • Persiapkan tim dan perlengkapan yang akan dibawa. Jangan lupa membawa peralatan standart pendakian, misalnya: Sleeping Bag, Matras, Tenda, Makanan untuk bekal mendaki (Jangan makanan gorengan), Jaket (wind proof), Kaos tangan, Kupluk (balaclava atau penutup kepala dan telinga) dan perlengkapan lainnya. 
    • Tim yang solid adalah 5-8 orang. Jika sedikit usahakan 3 orang (1 orang harus sudah pernah naik gunung) 
    • Jangan sepelekan keselamatan. Pakai sandal atau sepatu gunung dan jaket gunung. Bawa makanan dan air secukupnya jangan terlalu sedikit dan jangan terlalu banyak. Yang paling penting jangan melanggar peraturan dan jangan buang sampah di gunung 
    • Dirikan tenda di tempat yang datar dan usahakan diselimuti pohon atau semak supaya tidak terkena angin gunung langsung
  •  Ilustrasi perbekalan mendaki gunung (https://cadventura.com)

    Mendaki merupakan aktifitas yang dikategorikan sebagai kegiatan yang berat dan membutuhkan stamina yang prima. Banyak diantara pendaki pemula kadang meremehkan atau bahkan tidak tahu atau bingung menyiapkan makanan apa yang harus dipersiapkan selama kegiatan pendakian. Tidak sedikit para pendaki hanya mengandalkan makanan instan selama berada di ketinggian.

    Agar kondisi tubuh fit selama mendaki, maka kita harus menjaga asupan makanan agar energi yang kita butuhkan dapat terpenuhi dengan baik. Kita harus dapat menyiapkan santapan apa saja yang dapat dinikmati selama perlajanan. Makanan cepat saji dapat menjadi andalan untuk memenuhi energi yang terkuras selama pendakian.

    Pertimbangan memilih bekal makanan
    • Tinggi enegi. Kebutuhan energi bisa meningkat hingga 50% dari kondisi normal ketika Anda melakukan pendakian gunung. Jadi, pertimbangkan makanan yang kandungan energinya tinggi. Jika berat atau volume makanan itu kemudian jadi persoalan, coba manfaatkan makanan dengan kepadatan energi yang tinggi seperti cokelat, kacang-kacangan, biskuit, dan lain-lain. 
    • Mudah disiapkan. Jika Anda memasak dan hanya punya sedikit waktu serta memiliki bahan bakar, kemampuan, maupun peralatan dapur yang terbatas, Anda perlu membawa bahan makanan yang mudah diolah. Pilih yang di bawah 15 menit. 
    • Bobot ringan. Penting bagi Anda untuk selalu membawa makanan Anda sendiri. Jika memungkinkan, pilih tipe dryfood, yang akan meringankan beban Anda. 
    • Mudah disimpan. Jangan lupa untuk memilih makanan-makanan yang mudah dikemas dan memiliki masa kadaluarsa yang lama. Simpan makanan Anda dalam kemasan yang rapi, kokoh, namun ringkas. Jika perlu, bagi berdasarkan peruntukkan atau waktu penggunaan. 
    • Bervariasi. Pilih makanan yang sesuai dengan selera Anda atau rekan satu tim. Bagaimana pun, makanan yang Anda pilih tak akan mempunyai nilai tinggi sebelum bisa masuk ke mulut Anda. Pilih juga makanan yang bervariasi hingga Anda tidak mengalami kebosanan saat melakukan pendakian. 
    • Sesuaikan isi kantong. Ingat, jangan lebih besar pasak dari tiang. Sesuaikan juga makanan yang akan Anda gunakan dengan anggaran Anda. Jika memungkinkan, cari dukungan dari sponsor. Tentu saja, untuk hal ini Anda harus memberi imbal balik. 
    • Nutrisi seimbang. Pasokan nutrisi yang seimbang akan mempertahankan performa Anda di lapangan, baik secara fisik maupun mental. Dalam perjalanan panjang, pertimbangkan untuk menggunakan multivitamin dan suplemen mineral.
    Kalau ini jatah untuk rombongan (https://cadventura.com)
      Makanan Cepat Saji Praktis dan Sehat

      Madu

      Nutrisi-nutrisi penting banyak terkandung pada madu. Nutrisi ini dapat menjaga daya tahan tubuhmu selama menghadapi kondisi yang tidak menentu. Dengan mengkonsumsi madu maka stamina tubuh akan meningkat untuk menghadapi sulitnya medan dalam pendakianmu.

      Coklat Bar

      Coklat mengandung cukup kalori dan dapat mengenyangkan perut. Coklat juga mengandung senyawa phenethylamine yang bisa meningkatkan hormon endorfin dalam tubuhmu sehingga tubuh merasa lebih tenang dan rileks. Namun jika kamu memiliki sakit maag, makan coklat tidak direkomendasikan karena coklat justru akan memancing asam lambungmu makin naik.

      Keju

      Keju, terutama keju asli seperti edam cheese, merupakan makanan bergizi, lezat dan serbaguna. Namun Anda perlu mencari informasi jenis keju apa yang tahan pada cuaca yang akan Anda hadapi. Keju juga sangat praktis dibawa, sehingga Anda dapat menyimpan keju yang banyak untuk cadangan makanan beberapa hari ke depan.

      Roti

      Berbagai macam roti terutama roti gandum sangat baik untuk konsumsi selama pendakian dengan karbohidrat dan serat yang tinggi tentu akan menjadi sajian yang cepat dalam keadaan darurat. Roti juga banyak variannya sehingga kamu dapat memilih roti apa saja yang kamu bawa sebagai bekal selama perjalanan. Roti tawar, roti isi, roti sisir dan lain-lainnya, sangat cocok untuk mengatasi perut saat keroncongan dengan cepat.

      Sereal

      Sereal juga mengandung karbohidrat yang cukup untuk kebutuhan energi selama mendaki. Selain karbohidrat kandungan lain sereal adalah protein, serat, lemak dan vitamin. Kamu hanya perlu menambahkan air panas maka sereal siap disantap. Sereal juga tidak banyak makan tempat untuk dibawa-bawa dan relative sangat ringan dalam penyimpanan.

      Biskuit

      Biskuit adalah salah satu logistik yang sangat praktis dan ringan untuk dibawa. Jika darurat sambil istirahat biskuit dapat dinikmati bersama rombongan untuk berbagi. Kini makin banyak varian biskuit yang beredar dipasaran mulai dari wafer, crackers, biskuit dengan varian rasa dan lain-lainnya.

      Bubur Instan

      Makanan ini juga sangat praktis, dengan diseduh air hangat dan menunggu beberapa saat maka bubur instan segera dapat dinikmati. Dengan varian rasa yang bermacam-macam tentu akan makin menggugah selera makan.

      Mie instan

      Ini adalah salah satu favorit para pendaki saat digunung. Selain mudah, mie instan sudah sangat familier di lidah dan di perut orang Indonesia. Hanya butuh waktu beberapa saat untuk memasaknya maka santapan rakyat Indonesia ini asyik dinikmati bersama maupun sendiri-sendiri.

      Buah Segar

      Bawalah buah-buahan yang praktis dimasukan ke dalam ransel seperti apel atau pir. Kurangi buah seperti pisang yang kulitnya dapat menambah beban sampah kita saat mendaki. Duduk di tebing indah sambil makan keju dan biskuit dengan irisan apel adalah cara sempurna untuk menghabiskan sore.

      Buah Kering (Dried Fruit)

      Dried fruit (buah kering) seperti kismis, kurma, aprikot, kiwi, dan lain-lain.

      Makanan Kaleng

      Makanan kaleng yang gampang dibuka tanpa menggunakan alat, seperti tuna kalengan.

      Air Putih (Air Mineral)

      Mencegah dihidrasi (https://cadventura.com)

      Selain perbekalan makanan, juga harus membawa minuman yang cukup untuk pendakian, agar tidak mengalami dehidrasi kita perlu mengkonsumsi air mineral dan minuman isotonic. Ini untuk mengganti ion tubuh yang hilang selama pendakian.

      Minuman jahe bubuk instan

      Kasiat Jahe sebagai obat sakit kepala, obat batuk, masuk angin, untuk mengobati gangguan pada saluran pencernaan, stimulansia, diuretik, rematik, menghilangkan rasa sakit, obat anti-mual dan mabuk perjalanan, karminatif (mengeluarkan gas dari perut) dan sebagai obat luar untuk mengobati gatal digigit serangga, keseleo, bengkak, serta memar.

      Permen

      Permen adalah makanan ringan manis yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Permen mengandung energi sebesar 8 kilokalori, karbohidrat 1,9 gram, kalsium 0,1 miligram.
    • Gunung Papandayan (https://www.1001wisata.com)

      Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat, dengan ketinggian 2.622 meter di atas permukaan laut (mdpl) bisa menjadi salah satu pilihan tempat pendakian, tepatnya berada di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sekitar 70 km tenggara Kota Bandung.

      Gunung Papandayan (https://infopaguci.blogspot.co.id)

      Gunung Papandayan bertipe Stratovolcano, merupakan sebuah gunung berapi yang masih aktif, pernah meletus pada tahun 2002. Kawah papandayan dapat dijelajahi dari jarak dekat dan cukup aman untuk para pelancong. Kawah itu antara lain: Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah itu dapat mengeluarkan asap dari celah bebatuan.

      Kompleks kawah gunung Papandayan ini bisa didatangi oleh masyarakat umum yang bukan pendaki gunung sekalipun, ini dimungkinkan karena adanya jalan aspal mulus yang membentang dari bawah hingga kedekat kawah gunung ini.

      Sejarah

      Letusan Gunung Papandayan (https://infopaguci.blogspot.co.id)

      Gunung Papandayan termasuk gunung api tipe A yaitu gunung api yang pernah meletus setelah tahun 1600. Letusan dan erupsi Gunung Papandayan tercatat dalam sejarah pada tahun 1772. Pada tahun tersebut Papandayan meletus dan menelan korban jiwa sekitar 2000 jiwa dan membumi hanguskan perkampungan disekitar kaki Gunung Papandayan. Erupsi yang terjadi pada tahun 1772 ini merupakan erupsi terbesar dimana sebagian material letusan gunung dilontarkan dan melanda daerah seluas 250 Km.Letusan diawali dengan dimuntahkannya lidah api yang sangat besar yang terjadi di kawah sentral. Awan dan abu panas meluncur ke arah timur laut dan sebagian besar erupsi dialirkan oleh sungai Ciparungpung dan Cibeureum ke arah hilir sungai.

      Gunung Papandayan (https://prisa-apri.blogspot.co.id)

      Daftar Erupsi dan Letusan Gunung Api Papandayan yang tercatat dalam Sejarah di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

      N oTahunKetrangan
      11772
      Pada malam hari tanggal 11 dan 12 Agustus terjadi erupsi besar dari
      kawah sentral dan awan panas yang dilontarkan telah membunuh sekitar
      2951 orang dan menghancurkan sekitar 40 perkampungan.
      218821882 Pada tanggal 28 Mei sore pada waktu hari cerah dan langit terang di
      Campaka Warna terdengar suara gemuruh di dalam tanah yang diduga
      berasal dari gunung Papandayan.
      31923Pada tanggal 11 Maret terjadi erupsi yang mengeluarkan lumpur beserta
      batu - batu yang dilontarkan hingga jarak 150 meter. Terdapat 7 buah
      erupsidalam kawah Baru dan letusa ini didahului oleh gempa yang terasa
      di Cisurupan.
      41924Pada tanggal 25 Januari kawah Mas suhunya naik dari 364 0 C menjadi 5000
      C kemudian terjadi erupsi lumpur di kawah Mas dan kawah Baru. Pada
      tanggal 16 desember terdengar suara guntur dan ledakan dari kawah Baru,
      hutan sekitar menjadi gundul karena kejatuhan batu dan lumpur, bahan
      erupsi terlontar ke arah timur hampir mencapai Cisurupan.
      51925
      Pada tanggal 21 Februari terjadi erupsi lumpur pada kawah Nangklak
      yang kemudian disusul dengan semburan gas yang snagat kuat dengan hujan
      lumpur.
      61926Di kawah Mas terjadi erupsi lumpur kecil bercampur belerang. Di kawah
      Baru terjadi tiupan kuat yang melontarkan tepung belerang hingga
      mencapai jarak 300 meter ke arah timur laut danke jurusan barat daya
      mencapai 100 meter dan diakhiri dengan erupsi lumpur belerang.
      71927Pada tanggal 16 - 18 Februari terjadi kenaikan kegiatan di kawah Mas dan
      sampai sekarang masih terjadi kepulan asap fumarola dan solfatar serta
      bualan lumpur air panas.
      81942Pada tanggal 15 - 16 Agustus lahir lubang erupsi baru.
      91993Pada tanggal 17 Juli terjadi ledakan lumpur di kawah Baru.
      101998Bulan Juni terjadi aktifitas vulkanik yang cukup berarti, dengan
      terjadinya peningkatan jumlah gempa menurut catatan seismik, juga
      terjadinya semburan lumpur dan gas pada lubang fumarol kawah, yaitu pada
      kawah Mas, yang mencapai ketinggian kira-kira lima meter.
      112002Dimulai pada tanggal 11 November terjadi peningkatan aktifitas vulkanis
      di gunungapi Papandayan, erupsi yang besar terjadi di gunungapi
      Papandayan mulai 13 - 20 November, aktifitas menurun hingga tanggal 21
      Desember, akibat dari erupsi ini terjadi longsoran pada dinding kawah
      Nangklak dan banjir disepanjang aliran sungai Cibeureum gede hingga ke
      sungai Cimanuk sejauh 7 km, merendam beberapa unit rumah dan menyebabkan
      erosi besar sepanjang alirannya.
       Writed by Gungun Gunawan (https://infopaguci.blogspot.co.id)

      Jalur Pendakian

      Mekipun untuk mencapai kawasan kawah gunung ini bisa didatangin dengan kendaraan, bagi para pendaki gunung tantangan di gunung ini masih ada, yaitu jalur trekking dari alun-alun Pondok Salada hingga kepuncak gunung ini dan kemudian turun melipiri punggungan puncak gunung ini dan jalan setapak dari jalur ini berakhir di belakang daerah parkiran kendaraan. Jalur trekking ini memakan waktu kurang lebih 6 jam.

      Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

      Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungai kecil berair jernih mengandung belerang.

      Pondok Salada – Alun-alun Tegal Alun


      Dari Pondok Salada jalur setapak mendaki sebuah punggungan yang ada didepan Pondok Salada, keadaan jalur setapaknya sedikit hancur, banyak batu-batu besar seperti aliran sungai kering. Setelah menyelesaikan etape tanjakan yang cukup curam ini jalan setapak menjadi datar dan kemudian berbelok ke kiri dan kemudian menyusuri punggung gunung. Hati-hati saat menyusuri pungungan ini karena di sebelah kiri jurang dalam yang berjarak hanya setengah meter dari jalan setapak. Tak lama setelah keluar dari kawasan hutan yang tidak begitu lebat, kita akan sampai disebuah alun-alun yang cukup besar. Yang dikenal dengan nama Alun-alun Tegal Alun, di bagian ujung dari alun-alun ini (di hitung dari tempat kita muncul) ada sebuah sungai kecil yang mengalir jernih. Sebelum mencapai alun-alun ini terlebih dahulu kita akan melewati sebuah lapangan mirip sebuh kawah mati.

      Tegal Alun – Puncak

      Dari tegal Alur jalan setapak menuju arah puncak berada di seberang sungai kecil, jalan setapak yang tidak begitu jelas ini kemudian membelok kearah kanan memasukui hutan, Hati-hati saat berada di kawasan ini mungkin karena jalur ini jarang di tempuh sehingga terkadang jalur jalan setapaknya tiba-tiba menghilang tapi jika jeli kita akan banyak menemukan string line atau ikatan tali raffia berwarna merah dan bitu yang di ikatkan pada ranting pohon sebagai penanda jalan. Dikawasan puncak Gunung Papandayan tidak banyak yang bisa dinikmati selain pemandangan kawah. Dipuncak ini tidak ada tiang trianggulasi nya atau tiang penunjuk ketinggian. Tidak ada tanda selain saat sampai di puncak gunung ini jalan setapak seterusnya akan menurun. Jika anda membawa altimeter atau GPS maka akan mudah menentukan puncaknya. Puncak gunung ini hanya pelataran kecil saja dan tersamar dengan jalan setapak yang membelahnya.

      Puncak – Parkiran

      Dari puncak jalan setapak kemudian menurun, lama-kelamaan jalan setapaknya turun curam mengikuti tepian punggungan puncak hati-hati dengan langkah anda karena disebelah kiri jurang menganga kearah kawasan kawah. Jalan setapak di kawasan ini banyak ditumbuhi oleh rimbunnya tumbuhan dan pohon yang banyak ranting-ranting dahan yang menjorok hingga ketanah sehingga saat melewati etape ini kita harus membungkuk dan terkadang merangkak. Dari puncak ke parkiran butuh waktu sekitar tiga jam dan kita akan muncul di bagian belakang parkiran ada sebuah sungai yang mengalir dan airnya jernih

      Flora dan Fauna

      Edelweis (https://stenisia.wordpress.com)

      Kawasan Gunung Papandayan memiliki banyak keanekaragaman tumbuhan yang beragam seperti: Flora yang terdapat umumnya didominir oleh pohon Suagi (Vaccinium valium) dan Edelweis (Anaphalis javanica), sedangkan bentuk vegetasi lainnya adalah Puspa (Schima walichii), Saninten (Castanopsis argentea), Kihujan (Engelhardia spicata), Jamuju (Podocaspus imbricatus), Pasang (Quercus sp), Manglid (Magnolia glauca). Sepanjang Perjalanan kita akan menemukan Tumbuhan Endemik yang unik, tumbuhan liar yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan ataupun obat seperti Begonia, Poh-pohan, Tepus, Honje, Umbi-umbian, Bimbit dan masih banyak lagi jenis lainnya dan Tanaman berbahaya untuk manusia, misalnya yang dapat menimbulakan rasa gatal jika tersentuh oleh kulit, seperti daun pulus dan tareptep.

      Selain tumbuhan-tumbuhan diatas, kita juga dapat menjumpai dan mengamati beberapa satwa liar yang hidup di hutan Papandayan ini, seperti monyet surili, lutung, babi hutan, mencek dan macan tutul. Didaerah pinggiran hutan dekat perkebunan kita akan menjumpai dengan mudah binatang tando, sigung dan careh.

      Menurut catatan dokumen kolonial Belanda, dahulu kala masih dapat dijumpai banteng, rusa dan pelanduk yang terlihat merumput di Tegal Panjang. Pemangsa berupa harimau jawa juga masih sering muncul. Tetapi sekarang semuanya hanya tinggal kenangan saja, satwa-satwa tersebut telah punah.

      Akses Menuju Lokasi

      Naik Bis jurusan Garut yang langsung ke Terminal Guntur, bisa dari Jakarta (Primajasa pool BKN Cililitan atau bis dari Kp. Rambutan), Bandung (Terminal Cicaheum ataupun Leuwi Panjang), Bekasi, atau Tasikmalaya.Kemudian naik angkot putih biru jurusan Cikajang. Jangan sampai salah memilih angkot putih biru tua jurusan Copong, atau putih biru muda jurusan Cilawu. Ongkos per orang: sekitar Rp 15.000, Turunlah di Alun-alun Cisurupan.

      Di Alun-alun Cisurupan ada beberapa minimarket untuk membeli logistik yang masih kurang. Selain itu juga ada pasar kecil jika membutuhkan logistik yang lain. Dari Alun-alun Cisurupan, naiklah Ojek atau jika tim dalam kelompok besar, sewalah satu Pick Up untuk mengangkut sampai kawah, Ongkos sekitar per Orang : Rp 30.000,-
    • Wisata Ekstrim Ke Pulau Ular Nusa Nipa Di Bima  


      Anda dapat menyentuh atau memegang untuk kemudian mengalungkannya ke leher Anda tanpa rasa takut

      Pulau Ular nusa Nipa

      ReyGinaWisata -Jika Anda ingin berwisata ke tempat-tempat yang ekstim, Pulau Nusa Nipa di Nusa Tenggara Barat adalah tempatnya. Di Pulau ini ratusan spesies Ular Laut Gelang (Laticauda Colubrina) salah satu ular laut yang memiliki racun sangat kuat bermukim. Sebuah pulau yang terletak sekitar 500 meter dari Pantai Oi Caba, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

      Pulau yang oleh masyarakat sekitar dinamakan Pulau Nusa Nipa atau Nuca Nepa Lale atau Pulau Ular Yang Indah atau Pulau Nuha Ula Bungan (Pulau Ular Yang Suci) yang bagi masyarakat sekitar uklar-ular di pulau ini bukanlah sesuatu yang menakutkan.

      Masyarakat sekitar yang mendatangi pulau ular ini tidak merasa takut sedikitpun untuk menyentuh atau bermain-main dengan ular beracun ini. Mereka bahkan dengan santai memasukan tangan ke celah-celah tebing batu untuk mengambil ular yang bersebunyi. Bahkan ular ini juga akan mendatangi mereka jika dipanggil. 

      Pulau Ular Nusa Nipa

      Walaupun begitu, para wisatawan dari daerah lain tidak bisa sembarangan menyentuh ular-ular ini begitu sampai di pulau ini. Kabarnya ular-ular ini harus disentuh terlebih dahulu oleh masyarakat lokal, sehingga Anda juga dapat menyentuh atau bermain-main dengan ular-ular tersebut.

      Ular-ular berwarna hitam putih cerah sangatlah menakjubkan bila terkena cahaya mentari. Anda tidak akan pernah menyaksikan pemndangan langka ini di tempat lainnya. Anda dapat menyentuh atau memegang untuk kemudian mengalungkannya ke leher Anda tanpa rasa takut. Dengan ekornya yang pipih menyerupai ekor ikan, para nelayan sering menemukannya masuk ke dalam jaring.  

      Menurut cerita masyarakat setempat, Pulau Ular ini berasal dari sebuah kapal dagang Portugis yang terkena kutukan. Awak kapal berubah menjadi ular laut sementara bangkai kapalnya berubah menjadi sebuah pulau. Sementara 2 pohon kamboja yang berada di pulau tersebut dipercaya sebagai tiang kapalnya. 

      Pulau Ular Nusa Nipa

      Ular ini tidak bisa dibawa ke luar pulau karena akan kembali ke habitat aslinya. Jika mereka tidak bisa kembali dipercaya dapat mendatangkan musibah bagi masyarakat Desa Pai serta dapat membahayakan orang yang membawanya ke luar pulau karena ular laut ini memiliki racun yang sangat mematikan. Oleh karena itu masyarakat desa sangat menjaga kelestarian satwa yang satu ini.  

      Nah bagi Anda yang penikmat Wisata Ekstrim tidak ada salahnya untuk mengunjungi pulau ini. Selain dapat bermain-main dengan ular yang ada di Pulau Nusa Nipa ini Anda juga dapat menikmati pemandangan yang indah dari Gunung Sangiang yang berdiri tegar dari kejauhan dengan puncaknya yang bermahkota kabut serta beberapa pulau karang yang ada di sekitarnya.  

      Untuk sampai ke pulau ini, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit dari Kota Bima. Setelah tiba di Desa Kalo, Kecamatan Wera, selanjutnya Anda menyewa perahu yang telah disediakan oleh masyarakat sekitar menuju Pulau Ular dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

      Pantai Oi Caba Pulau Nusa Nipa

      Tapi tunggu dulu, sebelum Anda menyeberang ke Pulau Ular Nusa Nipa, Anda juga dapat menemukan keunikan lainnya di wilayah ini. Anda dapat menyaksikan banyaknya mata air di pinggir pantai yang apabila air pantai naik akan tertutup kembali tetapi anehnya mata air-mata air disini rasanya tawar yang oleh penduduk sekitar dinamakan Pantai Oi Caba atau air yang tawar. 

      Nah itulah salah satu Wisata Ekstrim Ke Pulau Ular Nusa Nipa Di Bima yang berada di salah satu kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 

       

    • Pegunungan prau yang terletak di dataran tinggi Dieng jawa tengah merupakan hutan tropis dengan kondisi alam yang masih baik. Ketinggian gunung prau dieng mencapai 2.590 mdpl, secara admisitrasi masuk ke dalam lima kabupaten, kabupaten Kendal, Batang, Temanggung, Wonosobo serta Banjarnegara. Tidak menutup kemungkinan dengan luas gunung prau tersebut disarankan untuk para pendaki pemula atau keluarga dengan menggunakan jasa guide lokal yang nantinya akan membantu dan menemani selama dalam perjalanan menuju ke puncak gunung prau.

      Bukit Teletubies (https://meinoufal.wordpress.com)

      Gunung Prau merupakan salah satu gunung yang sekarang menjadi salah satu destinasi dan sekaligus memberikan pesona alam di sekitarnya bagi para wisatawan yang berkunjung ke dataran tinggi Dieng selain mengunjungi beberapa objek wisata yang ada dieng.

      Gunung prau yang sangat memungkinkan bagi para wisatawan yang akan merencanakan untuk menikmati keindahan alam di sekitarnya baik dengan mendirikan tenda camping ataupun berangkat malam dan pulang pagi untuk mengejar keindahan sunrise gunung prau yang spektakuler.

      Jalur (Rute) Pendakian

      Jalur Pendakian Gunung Prau, ada 4 Jalur Pendakian Gunung Prau di Dieng bisa anda pilih, dan masing – masing jalur menawarkan pemandangan dan sensasi petualangan yang berbeda, dan berikut adalah Rute Jalur Pendakian Gunung Prau Via Dieng :

      Via Patak Banteng, rute jalur pendakian gunung prau via base camp patak banteng yang merupakan salah satu rute favorit bagi para pendaki karena akses menuju gunung prau lebih cepat, base camp prau beralamatkan di Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, base camp pertama yang bisa dijumpai sebelum menuju Dieng.

      Via Kali Lembu, rute jalur pendakian gunung prau kedua setelah patak banteng, Base camp pendakian gunung prau via Kali Lembu beralamatkan di Desa Kali Lembu, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, base camp kedua setelah Patak Banteng.

      Via Dieng Wetan, rute jalur pendakian gunung prau ketiga setelah Kali Lembu, Base camp Dieng beralamatkan di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, merupakan jalur pendakian favorit karena dekat dengan obyek wisata dieng, lokasi base camp berdekatan dengan penginapan Budjono.

      Via Dwarawati, rute jalur pendakian gunung prau yang keempat setelah base camp Dieng, Base Camp Dwarawati beralamatkan di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, lokasi base camp berdekatan dengan obyek wisata Candi Dwarawati.

      Rute Pendakian via Dieng Wetan

      Pos Pendakian via Dieng Wetan (https://www.bluetripper.com)

      Untuk mendaki gunung Prau, harus lapor di basecamp yang berlokasi di depan kantor kelurahan, untuk menuju basecamp Dieng sangatlah mudah, karena basecamp ini terletak tepat disekitar pertigaan Dieng, hanya perlu berjalan 10 meter ke arah Banjarnegara atau Batang. Untuk retribusi dikenakan biaya 10 ribu rupiah.

      Peta Jalur Pendakian (https://www.himalaya-adventure.org)

      Dari basecamp Dieng ke Pos Satu (1) kurang lebih satu jam melintasi ladang penduduk, jalanan masih agak landai, medan bebatuan. Setelah berjalan agak lama sampailah kita di Pos Satu (1).

      Pos 1 (Satu) adalah batas antara ladang penduduk dengan kawasan hutan gunung Prau, jalanan berupa tanah liat, kadang menjadi selokan ketika turun hujan, di pos ini akan menemui sebuah pertigaan yang kalau lurus merupakan jalan penduduk untuk mencari hasil hutan, jalan penduduk ini ditandai dengan sederetan bunga desember yang berwarna putih keunguan, jalananya terkesan landai kemudian menurun melintasi ladang carica, untuk menuju puncak kita harus berbelok kekanan pada jalanan yang sedikit menanjak, lalu melintasi beberapa bangku-bangku dari semen, setelah itu perjalanan masih berlanjut melalui hutan-hutan pinus, setelah sekitar empat puluh lima menit berjalan, sampailah kita di Pos Dua (2).

      Pos 2 (Dua) disekitar tugu batas wilayah antara Wonosobo dan Batang, disini kita mendapati sebuah pertigaan, yang mana kalau ke kiri menuju basecamp Dwarwati, Batang. sedangkan ke kanan adalah jalur menuju puncak, perjalanan berlanjut melintasi hutan-hutan pinus, berjalan ditengah hutan ini sangatlah menyenangkan, karena memijaki akar-akar pinus yang menyembul dipermukaan, selain itu deretan pinus yang tumbuh dihutan ini sangatlah indah, layaknya irama yang menyusun sebuah musik klasik, sekitar empat puluh lima menit kemudian, sampailah kita di Pos Tiga (3). 

      Pos 3 (Tiga) berada di tengah hutan pinus, berupa sepetak tanah lapang. Untuk menuju puncak perjalanan masih naik melintasi beberapa tanjakan tajam dan beberapa sangat curam dengan kemiringan kurang lebih 50 derajat, setelah sekitar lima puluh menit berjalan sampailah kita di sebuah pertigaan, dimana kalau ke kanan merupakan jalan Celeng, yaitu jalan pintas memotong langsung ke arah Puncak tanpa melewati tower repeater.

      Hutan Pinus (https://www.himalaya-adventure.org)

      Tower repeater merupakan tower milik pemerintah Jawa Tengah. disini terdapat beberapa bangunan yang menyatu dengan tower. Selanjutnya berjalan lurus disebelah kanan pagar pembatas tower dan akan mendapati tanah lapang. Kemudian turun dan menjumpai pertigaan tembusan dari jalan celeng disebelah kanan, lalu lurus menuruni punggungan bukit maka kita akan mendapati sebuah pertigaan, kalau ke kanan dan menuruni lereng tebing merupakan jalan tembusan dari basecamp Kalilembu. Dari tower perjalanan menuju puncak tinggal sekitar lima belas menit saja, setelah lurus menanjak dan menurun melintasi bibir punggungan tebing Prau sampailah kita di Puncak gunung Prau.

      Puncak Gunung Prahu merupakan padang rumput luas yang memanjang dari barat ke timur. Bukit-bukit kecil dan sabana dengan sedikit pepohonan dapat kita jumpai di puncak. Gunung Prahu merupakan puncak tertinggi di kawasan Dataran Tinggi Dieng, dengan beberapa puncak yang lebih rendah di sekitarnya, antara lain Gunung Sipandu, Gunung Pangamun-amun, dan Gunung Juranggrawah.

      Apabila ingin menuju bukit teletubies dan menjumpai sabana Prau yang ditumbuhi bunga-bunga Daisy kita masih harus melanjutkan perjalanan menuruni puncak Prau, lalu melintasi hamparan sabana menuju camping ground. Untuk dapat menikmati keindahan sabana bukit teletubies yang dipenuhi bunga Daisy yang bermekaran, saya sarankan mendaki pada musim-musim semi, antara bulan April-Juni.

      Melintasi hamparan Sabana (https://www.himalaya-adventure.org)

      Pos 4 (Empat) camping ground, merupakan areal camping di sabana gunung Prau, diarea ini kita bisa mendapati sunrise dengan background gunung Sindoro-Sumbing, Merapi-Merbabu, Telomoyo, Andong, Ungaran bahkan gunung Lawu. Perjalanan dari puncak menuju camping ground sekitar lima belas menit. Untuk dapat menikmati sunrise dari sabana Prau ini, saya sarankan untuk mendaki pada musim-musim gugur dan kemarau, karena pada saat musim penghujan dan musim semi, cuaca cenderung berkabut di pagi hari.

      Camping Ground (https://www.himalaya-adventure.org)

      Flora dan Fauna

      Bunga Daisy atau Gerbera Sp. (https://www.himalaya-adventure.org)

      Hutan gunung Prau termasuk dalam kategori hutan teknokarp khas hutan hujan, didominasi pinus serta tumbuhan bergetah seperti cemara, karet, dan damar, selain itu ada banyak tanaman perdu yang menyelimuti dasar hutan prau seperti bermacam jenis anggrek, sedangkan pada sabana Prau didominasi semak belukar, rumput ilalang serta bunga Daisy tentunya, namun jika beruntung kita juga dapat menjumpai bunga Edelweis yang semakin jarang terlihat di gunung ini. Selain itu terdapat beberapa satwa langka seperti Elang Hitam, Elang Jawa, Owa Jawa, Lutung, Macan Kumbang dan Rusa, serta hewan-hewan khas hutan seperti Ayam Alas, beragam ular, serta serangga-serangga kecil.

      Akses menuju Lokasi

      Dari terminal Wonosobo bisa naik bus kecil atau angkutan elf menuju Dieng, bisa turun di Patak Banteng, Kalilembu, atau Dieng. Tergantung basecamp mana yang ingin kita tuju, tarif bus kecil ke Dieng kisaran 10 ribuan.

      Tips
      • Jangan menggunakan celana berbahan jins, tetapi pilih bahan kain atau celana cargo. 
      • Pakai sepatu dengan kaos kaki yang nyaman dengan sol yang lumayan tebal, agar kaki tidak sakit saat melewati bebatuan tajam. 
      • Bawalah peralatan standart pendakian, misalnya: Sleeping Bag, Matras, Tenda, Makanan untuk bekal mendaki (Jangan makanan gorengan), Jaket (wind proof), Kaos tangan, Kupluk (balaclava atau penutup kepala dan telinga) dan perlengkapan lainnya. 
      • Bawa tongkat, bisa menggunakan bambu, kayu atau besi yang penting kuat untuk menopang tubuh Anda jika suatu saat diperlukan. Selain sebagai alat untuk mengurangi beban tubuh kita, dapat juga digunakan sebagai tempat untuk mengikatkan bendera. 
      • Jangan minum terlalu banyak, cukup 1 atau 2 teguk setiap 15 menit, untuk mencegah proses pelambatan metabolism tubuh. 
      • Jangan lupa membawa masker atau penutup hidung, untuk pendakian musim panas, banyak debu disepanjang perjalanan pendakian. 
      • Bawalah senter masing-masing bila perlu siapkan batere cadangan. 
      • P3K atau Obat-Obatan.
      Selamat menikmati pendakian...

    Comments

    The Visitors says