Tessa berbentuk seperti rebana, terbuat dari tembaga, besi plat atau alumunium, dan juga bisa dari kuali yang permukaannya ditutup degan kulit kambing yang telah dikeringkan. Alat musik ini digunakan bersama dengan Dol, untuk acara Tabot.
Alat musik ini terbuat dari kayu, rotan dan kulit binatang. Redap serupa dengan rebana, keberadaannya di Bengkulu lebih dahulu dibandingkan dengan dol. Redap dimainkan untuk mengiringi kesenian safaral anam yaitu mengalunkan ayat-ayat suci Al-quran pada saat upacara bimbang gendang, yang dimainkan bersama dengan serunai dan gendang panjang.
4. Kelintang (*)
Alat musik ini terbuat dari kuningan dan kayu. Alat musik ini mirip dengan bonang dalam gamelan Jawa, kelintang terdiri dari 4 bonang yang ditempatkan pada rak kayu dan dilengkapi dengan dua pemukul. Alat musik ini khas daerah Rejang Lebong dimainkan pada saat upacara pernikahan dan mengiringi tari andun, dan dundang benih (menyemai benih).
5. Terompet atau Serunai (*)
Alat musik ini terbuat dari kayu dan kuningan. Serunai berbentuk terompet yang terdiri dari beberapa bagaian, yaitu corong suara dari kuningan, badan dari kayu yang dilengkapi dengan tujuh lubang nada, dan bagian yang ditiup. Serunai dimainkan pada saat upacara bimbang gendang dalam rangkaian acara pernikahan, selain itu dimainkan untuk mengiringi penyambutan tamu.
6. Gendang Panjang (*)
Alat musik ini terbuat dari kayu, kulit binatang, rotan. Alat musik ini berbentuk silindris dengan kepala ganda. Gendang panjang satu kesatuan dengan serunai yang dimainkan pada upacara bimbang gendang di pernikahan adat Bengkulu, selain itu dimainkan untuk mengiringi penyambutan tamu.
7. Genderang Perang (*)
Tidak jelas mengapa alat tabuh khas Bengkulu ini dinamakan alat musik perang (Slaginstrument) di Tropen Museum. Mungkin, pada zaman dahulu alat musik ini digunakan untuk memberi semangat penduduk Bengkulu saat berperang. Alat musik tradisional jenis ini yang masih sering terlihat adalah alat musik perang jenis Rebana, sering digunakan dalam kegiatan adat masyarakat Bengkulu dan di sekitarnya.
(*) Tambahan
No comments: