PESONA WISATA INDONESIA

welcome to our blog



in a way, articles can also be described as a type of adjectives as they also tell us something about the nouns, like adjectives.

Articles are found in many Indo-European, Semitic, and Polynesian languages but formally are absent from some large languages of the world, such as Indonesian, Japanese, Hindi and Russian.

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

    Posted by: guru ppkn cerdas Posted date: May 31, 2016 / comment : 0

    Menjelajahi 7 Lukisan Gua Prasejarah Indonesia  

    "Lukisan Gua Prasejarah adalah contoh pertama dari apa yang kita sebut sejarah pesan masa lalu sebagai sebuah pernyataan universal untuk mengatakan "Kami Pernah Ada Di Sini"

    lukissan gua prasejarah indonesia

    ReyGinaWisata -Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau memiliki kekayaan alam yang melimpah, budaya dan sejarah yang sangat mengagumkan. Salah satunya adalah keberadaan beberapa Lukisan Gua Prasejarah yang tersebar di Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

    Lukisan Gua Prasejarah Di Indonesia diindentifikasikan sebagai hasil dari kebudayaan yang mulai berkembang mengenai kemampuan nenek moyang Indonesia pada masa lalu dalam menuangkan ekspresinya. Lukisan Gua Prasejarah adalah contoh pertama dari apa yang kita sebut sejarah pesan masa lalu sebagai sebuah pernyataan universal untuk mengatakan "Kami Pernah Ada Di Sini" 

    Berikut 7 Lukisan Gua Prasejarah Di Indonesia yang wajib Anda jelajahi keberadaannya untuk membuktikan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia pernah ada.

    1. Lukisan Gua Prasejarah Leang Leang, Sulawesi Selatan


    Lukisan Gua Leang-Leang, Sulawesi

    Sebelum penelitian di Maros, arkeolog pada umumnya menganggap lukisan gua di Eropa sebagai satu-satunya yang tertua di dunia. Arkeolog tidak menyangka akan muncul lukisan gua tertua lainnya di luar Eropa, apalagi berasal dari daerah tropis seperti Indonesia.

    Tapi penelitian kerjasama antara Pusat Arkeologi Nasional (Indonesia), Universitas Wollongong dan Universitas Griffith (Australia), Balai Peninggalan Cagar Budaya Makasar dan Balai Arkeologi Makasar, telah memberikan sebuah pemahaman baru mengenai umur lukisan dinding gua di Sulawesi Selatan.

    Lukisan gua leang-leang, sukabumi

    Hasil pertanggalan terhadap “lukisan dinding gua” pada situs-situs arkeologi di Maros, Sulawesi Selatan, menunjukkan umur yang tidak jauh berbeda dengan yang ditemukan di Eropa, yaitu minimal sekitar 40 ribu tahun yang lalu

    “Ini memberikan gambaran bahwa manusia modern awal, yang telah menghuni kawasan Sulawesi Selatan telah mengenal seni cadas (rock art) sebagaimana yang terjadi di Eropa pada waktu yang hampir bersamaan,”  

    Selain terdapat Lukisan Gua Prasejarah, Kawasan ini juga dikenal sebagai "Hutan Batu" yang masuk ke dalam Taman Nasional Bantimurung, Pegunungan Bulusaraung. Batu Karst yang terdapat di kawasan ini pada umumnya tinggi menjulang menyerupai menara sehingga bagi Anda yang memiliki hobi panjat tebing bisa melakukan pemanjatan yang cukup menantang adrenalin. 

    Berdasarkan sumber dari sejumlah peneliti geologi dan arkeologi nasional dan internasional yang pernah meneliti di kawasan karst tersebut, menyebutkan bahwa dari ratusan goa yang berada di kawasan karst tersebut, sebanyak 89 di antaranya, merupakan goa prasejarah yang merupakan bekas tempat tinggal manusia purba ribuan tahun lalu.


    Bahkan kawasan bukit karst Rammang-rammang menyimpan banyak bukti sejarah fenomena geologi, khususnya fenomena pergerakan lempeng bumi yang memiliki andil dalam pembentukan Pulau Sulawesi.

    Lukisan gua leang-leang, sulawesi


    Keeksotikan kawasan bukit karst Maros semakin lengkap dengan adanya aliran sungai yang diapit oleh hamparan persawahan, rumah-rumah panggung milik penduduk, menara karst, taman batu, gua karst, jembatan karst dan yang paling menakjubkan adalah pada ujung sungai tersebut terdapat perkampungan yang dibentengi oleh gugusan menara karst.


    Dan di sungai itu menyajikan keindahan lanskap bagai jejeran etalase keragaman perpaduan geodiversity, biodiversity dan cultural diversity yang tak ada tandingannya.

    2. Lukisan Gua Prasejarah Kalimantan


    lukisan gua kalimantan

    Penelitian terhadap gua-gua yang terdapat lukisan prasejarah di Kalimantan oleh Indonesia baru dimulai dengan melakukan survei pada tahun 1995 yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Banjarmasih dan Pusat Arkeologi Nasional ke pegunungan Meratus, yang termasuk Kabupaten Tabalong (Kalimantan Selatan), guna memperoleh data tentang aktivitas kehidupan zaman prasejarah yang berciri mesolitik dan neolitik. Salah satu gua tersebut adalah Gua Babi. Di dalamnya ditemukan sisa-sisa aktivitas hunian yang dicirikan oleh benda-benda serpihan batu rijang, pecahan gerabah berhias, serta himpunan sisa moluska dari kelas gastropoda.Contoh arang dari Gua Babi yang dianalisis dengan metode pertanggalan C-14 menghasilkan data 5000 tahun yang lalu.

    Lukisan gua yang cukup menarik perhatian adalah lukisan gua di Gua Tamrin dan Gua Ham karena di dalam gua tersebut terdapat banyak gambar. Gua Tamrin yang berada dekat sungai Marang, bahkan memiliki lukisan-lukisan penari  yang mengenakan topeng pada seluruh bagian kepala. Lukisan tersebut sedikitnya mirip dengan tari-tarian adat yang masih berlangsung di beberapa suku papua dan beberapa kepulauan di Melanasia.

    lukisan gua kalimantan

    Sementara di Gua Ham diketemukan lukisan penari, hewan yang menyerupai tapir, jenis rusa dan tumbuhan. Yang paling luar biasa adalah lukisan cap tangan yang jumlahnya mencapai 275 gambar, dan menjadi salah satu gua yang memilki lukisan cap tangan terbanyak di dunia.

    3. Lukisan Gua Prasejarah Sulawesi Tenggara


    lukisan gua sulawesi tenggara

    Selain memiliki pemandangan alam yang sangat menakjubkan, Sulawesi Tenggara juga memiliki sebuat tempat Wisata Budaya untuk Anda jelajahi. Kekayaan alam lain yang dapat Anda nikmati adalah Lukisan Gua Prasejarah. Di Sulawesi Tenggara Anda akan banyak menemukan lukisan gua prasejarah seperti di Mentanduro, La Kabori, Kolumbo, Toko dan Wa Bose. Semua peninggalan ini berada di sekitar kawasan perladangan Liabalano , Kampung Mabolu, Desa Bolo, Kecamatan Kotobu, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

    Kompleks seni cadas di Pulau Muna ini rupanya menunjukkan tingkat perbedaan yang signitifkan. tidak saja perihal teknik, pergambaran serta warnayang digunakantetapi polanya juga bervariasi.

    Lukisan Gua Prasejarah Pulau Muna ini di dominasi oleh warna cokelat yang terbuat dari tanah liat. Hal menarik yang dapat Anda saksikan pada Lukisan Gua Prasejarah ini adalah Anda tidak dapat menemukan pola cap tangan sebagaimana lukisan-lukisan gua prasejarah lainnya di Indonesia. 

    4. Lukisan Gua Prasejarah Pulau Seram, Maluku


    lukisan gua pulau seram

    Lukisan prasejarah atau praaksara yang berupa lukisan pada dinding gua merupakan salah satu hasil kebudayaan manusia masa praaksara yang hidup pada masa berburu dan mengumpulkan makanan. Pada masa itu manusia bertempat tinggal digua-gua alami yang dalam atau gua-gua paying atau gua dangkal (Ceruk). Lukisan tersebut mereka buat pada dinding-dinding gua tempat tinggal mereka,

    5. Lukisan Gua Prasejarah Teluk Speelman, Papua


    lukisan gua teluk speelman, papua

    Orang yang pertama kali mencatat Lukisan Gua Prasejarah Teluk Speelman, Papua adalah Johannes Keyts. Ia adalah seorang pedagan yang sedang melakukan perjalanan dari Banda ke Pantai New Guenea pada tahun 1678.  Ia melewati sebuah tebing karang di tepi teluk Speelman yang dipenuhi oleh tengkorak, sebuah patung manusia, dan berbagai lukisan pada dinding gua tersebut dengan warna merah. Lukisan gua yang ada di kepulauan Papua pada umumnya mirip dengan lukisan-lukisan yang ada di Kepulauaan Kei, meskipun ada beberapa bentuk yang berbeda atau khusus. Misalnya di daerah Kokas, Roder menemukan lukisan cap tangan dan kaki dengan latar belakang warna merah. Demikian juga hasil penelitian W.J. Cator di daerah Namatone telah menemukan pola yang sama. Bentuk lain yang dijumpai pada kedua situs ini adalah pola manusia, ikan, kadal dan perahu dengan pola distilir. Lukisan tangan dan kaki menurut cerita setempat, merupakan bekas jejak nenek moyang mereka ketika memasuki gua yang gelap, dalam melakukan perjalanan dari arah timur ke barat.

    6. Lukisan Gua Prasejarah Kokas, Papua


    lukisan gua kokas, papua

    Lukisan yang ada di wilayah Kokas merupakan satu situs kuno yang terkenal di Kokas, lukisan berada di sebuah tebing bebatuan terjal. Oleh masyarakat setempat, tebing bebatuan terjal ini biasa disebut Tapurarang. Di Distrik Kokas kekayaan peninggalan sejak zaman prasejarah ini bisa dijumpai di Andamata, Fior, Forir, Darembang, dan Goras. Bagi masyarakat setempat, lokasi lukisan tebing ini merupakan tempat yang disakralkan. Mereka percaya lukisan ini adalah wujud orang-orang yang dikutuk oleh arwah seorang nenek yang berubah menjadi setan kaborbor atau hantu yang diyakini sebagai penguasa lautan paling menakutkan. Nenek ini meninggal saat terjadi musibah yang menenggelamkan perahu yang ia tumpangi.

    7. Lukisan Gua Prasejarah Pangkajene, Sulawesi Selatan


    lukisan gua pangkajene

    Kabupaten Pangkajene adalah sebuah tempat yang dikenal dengan lukisan guanya, yang dikenal sebagai Kompleks Pangkajene. Kompleks Pangkajene ini terkenal karena terdapat banyak gua yang memiliki lukisan prasejarah, antara lain; Gua Akarasaka, Bulu Ballang, Bulusumi, Bulu Ribba, Bulu Sipong, Camingkana, Cumi Lantang, Garunggung, Kassi, Lasitae, Lompoa, Patenungan, Sakapao, Salluka, Sapiria, dan Sumpang bita.

    lukisan gua pangkajene


    Gua-gua tersebut memiliki lukisan prasejarah yang bervariasi, tidak hanya keragaman polanya tetapi juga dari segi teknik penggambarannya.

    Terdapat pola-pola pada lukisan gua di Kabupaten Pangkajene secara khusus dan Sulawesi Selatan secara umum selain lukisan gua di Kabupaten Maros, bisa dikatakan bahwa masyarakat Sulawesi Selatan pada masa itu, sudah memiliki kehidupan yang kompleks kalu tidak mau disebut modern pada masanya.

    Tagged with:

    Next
    Newer Post
    Previous
    Older Post

    No comments:

    Leave a Reply

Comments

The Visitors says