PESONA WISATA INDONESIA

welcome to our blog



in a way, articles can also be described as a type of adjectives as they also tell us something about the nouns, like adjectives.

Articles are found in many Indo-European, Semitic, and Polynesian languages but formally are absent from some large languages of the world, such as Indonesian, Japanese, Hindi and Russian.

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

    Posted by: guru ppkn cerdas Posted date: August 13, 2013 / comment : 0

    Oleh Tri Agus Yogawasista

    Kampung Batik Laweyan, Solo (Photo: Tri Agus Yogawasista), masuk dari Jl. Dr. Rajiman sesudah Kampung Batik Kauman.
    Koordinat GPS: 7° 34' 12.1" S, 110° 47' 52" E

    Kampung Laweyan memang bukan sekadar sentra kerajinan batik. Tapi kampung ini punya sejarah panjang. Mengalami pasang-surut perkembangan hingga sekarang menjadi sentra kerajinan batik yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

    Menurut sejarahnya, Kampung Laweyan sudah ada sejak masa pemerintahan Kerajaan Pajang pada abad ke-15 M. Pada masa itu, kampung ini dikenal sebagai penghasil bahan baku kapas. Selain itu juga dikenal dengan industri tenun dan pakaian. Kain-kain hasil tenun dan bahan pakaian dalam bahasa Jawa disebut dengan lawe. Oleh sebab itu, kampung sentra kerajinan batik ini dinamakan Kampung Laweyan.

    Kampung Batik Laweyan, Solo (Photo: Tri Agus Yogawasista)

    Kampung Laweyan yang pada awalnya hanya memproduksi kain tenun dan bahan pakaian, baru selanjutnya berubah menjadi produsen batik. Cikal-bakal Kampung ini menjadi kampung batik bermula dari kedatangan seorang keturunan Raja Brawijaya V yang bernama Kiai Ageng Henis. Ia bermukim di kampung ini pada tahun 1546 M.

    Kiai Ageng Henis pada mulanya beragama Hindu. Tapi selanjutnya diislamkan oleh Sunan Kalijaga. Waktu itu, kebetulan Sunan Kalijaga singgah di Kampung Laweyan dalam perjalanan menuju Kerajaan Pajang. Setelah itu, selain menyebarkan agama Islam bersama Sunan Kalijaga, Kiai Ageng Henis juga mengajarkan teknik membuat batik cap dan batik tulis kepada penduduk Laweyan.

    Kampung Batik Laweyan, Solo (Photo: Tri Agus Yogawasista)

    1. Di sepanjang jalan Sidoluhur
    Di sebelah kiri dan kanan jalan Sidoluhur terdapat pengrajin Batik, silahkan pilih sesuai selera.

    2. Batik Kencana Murni Batik
    Jl. Sidoluhur, Laweyan, Solo
    Menu belanja: Berbagai macam Batik dan kerajinan tangan
    Koordinat GPS: 7° 34' 14.5" S, 110° 47' 52.4" E

    Showroom
    Jl. Perintis Kemerdekaan 37, Solo
    Telp.: (62) 271 714 045, (62) 271 723 230
    Fax.: (62) 271 742 935

    3. Batik Putra Laweyan
    Jl. Sidoluhur 6, Laweyan, Solo
    Telp.: (62) 271 705 3117, +62817 259 090
    Fax.: (62) 271 712 123
    Website: https://www.putra-laweyan.co.id
    Menu belanja: Berbagai macam Batik

    4. Batik Candra Kirana
    Jl. Sidoluhur 18, Laweyan, Solo
    Telp.: (62) 271 712 473
    Fax.: (62) 271 718 882, (62) 271 724 368
    Menu belanja: Berbagai macam Batik

    5. Batik Cahaya Putra
    Jl. Sidoluhur 46, Laweyan, Solo
    Telp.: (62) 271 718 608, (62) 271 712 123
    Fax.: (62) 271 718 608
    Menu belanja: Berbagai macam Batik
    Koordinat GPS: 

    6. Batik Mahkota Laweyan
    Jl. Sayangan Kulon 9, Laweyan, Solo
    Telp.: (62) 271 712 276, (62) 271 738 724
    Fax.: (62) 271 738 724
    Mobile: +62812 262 0789 (Alpha), +62811 264 778 (Juliani) dan +62812 2801 6356 (Showroom)
    Website: https://www.batikmahkotalaweyan.com
    Menu belanja: Berbagai macam Batik

    7. Batik Omah Laweyan
    Jl. Dr. Rajiman 549, Laweyan, Solo
    Telp.: (62) 271 717 827
    Menu belanja: Berbagai macam Batik
    Koordinat GPS: 

    Sumber: Berbagai artikel dari internet

    Tagged with:

    Next
    Newer Post
    Previous
    Older Post

    No comments:

    Leave a Reply

Comments

The Visitors says