PESONA WISATA INDONESIA

welcome to our blog



in a way, articles can also be described as a type of adjectives as they also tell us something about the nouns, like adjectives.

Articles are found in many Indo-European, Semitic, and Polynesian languages but formally are absent from some large languages of the world, such as Indonesian, Japanese, Hindi and Russian.

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

    Posted by: guru ppkn cerdas Posted date: August 01, 2013 / comment : 0

    Oleh Tri Agus Yogawasista

    Papan Nama Desa Wisata Kembang Arum, Turi, Sleman, Yogyakarta

    Desa kembangarum terletak di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Terletak di pedesaan di kawasan Lintas Merapi, desa Kembangarum dapat ditempuh sekitar 45 menit dari kota Jogja dengan kendaraan bermotor.

    Desa wisata kembangarum menawakan berbagai jenis keindahan lengkap dengan fasilitasnya. Desa kembang arum mengusung konsep desa wisata edukasi, dimana anak-anak bisa belajar lebih tentang seni, budaya dan lingkungan alam, jadi pilihan tepat bagi anda untuk berkunjung kedesa wisata kembangarum untuk berkumpul bersama keluarga.

    Suasana Desa Wisata Kembang Arum (google.co.id)

    Desa wisata Kembangarum ini bisa disebut juga sebagai Desa Wisata Pendidikan karena para pengunjung yang datang di sini tidak saja menikmati suasana dan keramahtamahan penduduk yang ada di sini tetapi yang membedakan adalah anda akan mendapat banyak pelajaran dan pengetahuan dari kunjungan wisata ini, tidak sekedar datang dan pergi begitu saja, ada nuansa edukasi yang akan anda peroleh di desa wisata ini istilahnya : "Anda datang senang, pulang tambah pintar".

    Desa Wisata Kembang Arum mendapatkan Penghargaan Khusus dari 10 (sepuluh) Desa Wisata Terbaik 2012, dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf).

    Kesenian Tradisional


    Tarian Ledek Gogik menyambut tamu wisatawan ke Desa Wisata Kembang Arum (desawisatakembangarum.com)

    Desa Kembangarum menyimpan cukup banyak kesenian tardisional yang merupakan warisan dari nenek moyang kita. Keberadaan kesenian tradisional ini dilestarikan di desa wisata Kembangarum setiap waktu masyarakat setempat melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pemasyarakatan kesenian tradisional ini.

    Seolah-olah Wisman Wanita menggendong warga Kembang Arum  (desawisatakembangarum.com)

    Anak-anak yang masih sekolah pun juga dibina oleh pemandu wisata setempat untuk ikut melestarikan kesenian ini dengan memberikan pembinaan dan pelatihan setiap waktu. Berhubungan dengan keberadaan desa wisata di daerah mereka maka pengelola desa wisata telah mengajak masyarakat setempat untuk terlibat aktif di dalam mengelola desa wisata ini. Salah satu upaya yang telah di lakukan yakni dengan menampilkan acara kesenian tradisional di setiap event atau kunjungan tamu di desa ini.

    Tarian Rampak Butho (desawisatakembangarum.com)

    Paket Living Day


    2 (dua) anak usia TK bergembira bisa belajar membajak sawah 
    sambil menaiki kerbau bukan "Kijang Besi" sehari-hari. (desawisatakembangarum.com)

    Berangkat dari keinginan untuk membuka wawasan dan pengetahuan kita akan kehidupan masyarakat di sekitarkita maka desa wisata Kembangarum menyuguhkan semua aktivitas dan kegiatan masyarakat setempatdikemas dalam suatu paket wisata homestay atau living day, di sini wisatawan yang datang berkunjung akan disuguhi dengan berbagai macam kehidupan di dalam masyarakat desa. Lebih spesifik lagi desa wisata Kembangarum membidik anak-anak usia sekolah untuk berkunjung di sini mereka akan belajar sambil menikmatisuasana pedesaan yang masih asing untuk anak-anak yang tinggal di kota-kota besar. Sudah banyak sekolah yangberkunjung dan belajar di desa wisata ini, berwisata sambil memetik ilmu dan membuka wawasan anak terhadap kehidupan masyarakat di pedesaan, melatih anak untuk terampil, mandiri dan berempati dengan sesama.

    Paket Living Day
    • Membajak Sawah
    • Menanam Padi
    • Memanen Padi
    • Menumbuk Padi dengan Alu dan Lesung
    • Memanah untuk berburu
    • Membuat Ketupat dengan Janur
    • Belajar Gamelan
    • Bermain Engrang
    • Dan lain sebagainya
    Agro Wisata
    Wisman ikut memanen buah Kokosan (desawisatakembangarum.com)

    Setiap pengunjung yang datang ke desa wisata Kembangarum akan diajak berkeliling kebun salak pondoh untuk melihat dari dekat, bahkan boleh memetik langsung salak pondoh dan di bawa pulang. Sebagai upaya diversifikasi, tidak hanya salak pondoh saja yang ditanam di sini juga ditanam buah melodi, strawberry, melon, tomat dan sayur-sayuran organik. Kegiatan agro wisata tidak hanya sampai di kebun salak pondoh tetapi juga melihat peternakan yg dikelola masyarakat.

    Kegiatan lainnya
    • Jelajah Sungai
    • Menangkap Ikan
    • Outbond
    • Menjelajah pegunungan dengan moto trail
    • Lava Tour
    • Sanggar Melukis
    Kuliner


    Pecel (Sayur dan urap dengan kuah kacang) -  desawisatakembangarum.com

    Menu kuliner khas Kembangarum : sayur brongkos, sayur lompong, sayur lodeh mbayung, sop rempah ikan rumput, sop rempah kepala kambing, sop rempah daging sapi, urap atau megono, pecel, lauk wader, tempe bacem, tempe goreng, tahu bacem, ikan goreng, nasi merah, nasi putih, dan lain sebagainya. Menu minuman khas Kembangarum : wedang jahe, wedang teh sangit, dsb.

    Penginapan (Homestay)


    Contoh penginapan (homestay) dikelilingi pohon salak (desawisatakembangarum.com)

    Desa wisata Kembangarum memiliki 50 (lima puluh) tempat tinggal (homestay) yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk beristirahat atau ingin menggunakan sebagai tempat bermalam. Nuansa "desa" benar-benar hadir di homestay ini, ada suara katak atau bangkong, kicauan burung dan kunang-kunang di malam hari.

    Informasi lebih lanjut hubungi
           
    Desa Wisata Kembang Arum
    Kantor Pusat : Demangan GK 1/52 Sebelah barat Saphir Mal, Yogyakarta.
    Telp.: (62) 274 716 0041, +62858 6833 4422
    Website: https://desawisatakembangarum.com

    Sumber: Berbagai artikel di internet

    Tagged with:

    Next
    Newer Post
    Previous
    Older Post

    No comments:

    Leave a Reply

Comments

The Visitors says