PESONA WISATA INDONESIA

welcome to our blog



in a way, articles can also be described as a type of adjectives as they also tell us something about the nouns, like adjectives.

Articles are found in many Indo-European, Semitic, and Polynesian languages but formally are absent from some large languages of the world, such as Indonesian, Japanese, Hindi and Russian.

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  • Kampung Bena

    Apa yang terlintas di benak Anda tentang Flores?, mungkin dahi Anda akan mengernyit sembari berpikir. Pulau Flores, pulau yang terletak di dalam wilayah adsminitratif Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ini menyimpan cukup banyak potensi wisata, salah satunya Kampung Megalitik Bena yang diperkirakan telah ada sejak 1200 tahun yang lalu.

    Bena adalah sebuah perkampungan tradisional yang terletak di bawah kaki Gunung Inerie, Desa Tiworiwu, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada. Desa ini bisa ditempuh selama 30 jam dari Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada. Kampung ini terkenal karena sejumlah bangunan megalitik masih berdiri dan tata kehidupan masyarakatnya masih asli. Bagi kita mungkin kampung ini tidak terkenal, tetapi taukah Anda Bahwa kampung adat ini sudah ramai dikunjungi oleh wisatwan Jerman dan Itali.

    Bagi pencinta wisata sejarah dan budaya, Bena merupakan tempat wisata yang mengagumkan, memasuki kampung ini, hanya ada satu pintu gerbang di sebelah utara. Masyarakat kampung Bena percaya bahwa kampungnya terbentuk karena kapal besar pernah terdampar di atas lereng gunung itu dan tidak bisa berlayar lagi hingga air surut dan berubah menjadi batu hingga sekarang.

    Memasuki kampung Bena, Anda akan kagum karena masih ada bangunan Megalitik yang terdiri dari susunan bangunan kuno. Masyarakat Bena tidak tahu secara persis siapa yang mendirikan bangunan megalitik tersebut, tetapi mereka percaya bahwa bebatuan itu disusun oleh seorang lelaki yang perkasa bernama Dhake.

    Bebatuan Megalitik Kampung Bena
    Bebatuan Megalitik Kampung Bena

    Anda akan melihat jelas apa yang dimaksud dengan megalitik itu karena susunan batu sederhana tersebut berada tepat di tengah kampung dan ada jejak telapak kaki yang diyakini masyarakat merupakan jejak kaki Dhake. Selain itu, di samping kiri kanan kampung tersebut berjejer rumah penduduk yang masih sangat tradisional dan terletak saling berhadapan. Rumah tersebut masih terdiri dari material alam sehingga masih sangat alami. Rumah ini dikatakan tradisional juga karena hanya mempunyai satu pintu sama seperti pintu masuk kampung.

    Rumah adat Kampung Bena
    Rumah adat Kampung Bena

    Saat Anda datang, masyarakat Bena akan menyambut Anda dengan senyum dan sapa, Anda bisa benar-benar berbincang langsung tentang budaya setempat dan masyarakat Bena dengan ramah akan menjelaskan. Di sini Anda tidak akan menemukan listrik karena listrik memang belum masuk.

    Karena keunikannya, kampung Bena sudah didaftarkan menjadi situs warisan dunia UNESCO tahun 1995 walaupun belum diterima. Yang menarik dari kampung ini adalah tradisi bertenunnya yang masih bisa ditemui. Kegiatan bertenun ini masih dilakukan oleh wanita, sedangkan pria berladang.

    Hasil tenun dari Bena dinamakan tenun Bajawa. Tenun ini memiliki motif-motif kuno yang tercetak di atas tenunnya. Para penenun ini mampu menghasilkan irama khas dari tubrukan kayu dengan kayu yang dipergunakan. Motif tenun Bajawa yang utama bernama Jara yang bercorak geometris berbentuk kuda. Motif lainnya yang menonjol adalah Ghi'u dan Li'e Gulu. Biasanya tenun ini diproduksi untuk kebutuhan ritual adat di samping kebutuhan pakaian sehari-hari.

    Lawoa Dha Bhajawa contohnya. Kain ini merupakan sarung bagi perempuan yang digunakan upacara adat. Sedangkan untuk kain adat bagi pria dinamakan Sapu Dha A'dha. Ingin mengenal budaya Megalitikum lebih jauh, arahkan tujuan Anda ke Flores, Kampung Bena.
  • istana maimun
    Istana Maimun adalah salah satu dari sekian banyak ikon wisata dan budaya di kota Medan. Istana yang terletak di provinsi Sumatra Utara ini didominasi oleh warna kuning. Istana Maimun yang indah ini merupakan hasil rancangan arsitek asal Italia dan dibangun oleh Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada tahun 1888.
    Istana Maimun memiliki desain interio yang unik dan khas karena memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India dan Italia.

    Istana Maimun terdiri dari dua lantai yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bangunan utama, sayap kiri, dan sayap kanan. Di depan kompleks istana Maimun, terdapat Masjid Al-Maksum yang dikenal sebagai Masjid Raya Medan.
  • Tak diragukan lagi Pasar Beringharjo merupakan pasar tradisional terlengkap di Yogyakarta. Pasar Beringharjo merupakan tujuan wisata yang juga terletak di kawasan Malioboro. Beranekaragam cinderamata dapat kita temukan di sii. Apa saja ?

    Pasar Beringharjo adalah tempat yang tepat untuk menemukan berbagai macam hasil kerajinan tangan dan kuliner khas Yogyakarta. Batik adalah salah satu favorit wisatawan. Koleksi batik di sini cukup lengkap. Mulai dari batik kain hingga pakaian. Dari harga puluhan ribu hingga jutaan ada di Pasar Beringharjo.

    Jamu-jamuan dan rempah-rempah jawa pun juga tersedia. Jahe, kopi,temulawak, dan berbagai macam bahan-bahan tradisional menghasilkan aroma yang khas.

    Jajanan dan kuliner khas Yogyakarta siap memuaskan selera Anda. Nikmati pula beragam jenis es yang dapat menyegarkan tubuh Anda.

    Bagi Anda yang gemar berburu barang-barang antik, sepertinya ini adalah tempat yang cocok untuk Anda. Dengan kualitas yang masih baik, Anda dapat membeli barang-barang antik dan barang-barang bekas dengan harga bervariasi. Tentunya dibutuhkan kejelian dalam memilih. Selamat menikmati.


  • Mari menyeberang ke pulau Madura. Ada banyak kegiatan menarik yang bisa kita lakukan. Salah satunya adalah menyaksikan Karapan Sapi.
    Pulau Madura yang dikenal juga dengan pulau Garam memiliki wisata budaya yang unik dan telah dikenal masyarakat luas bahkan hingga mancanegara. Karapan Sapi merupakan tradisi Madura yang melibatkan banyak orang.

    Karapan Sapi dapat juga dikatakan sebagai pesta rakyat Madura. Acara yang diadakan setiap tahun ini adalah kebanggaan masyarakat Madura dan sebagai ajang untuksaling berinteraksi satu sama lain.

    Karapan Sapi biasa diadakan setiap bulan Agustus dan September. Acara besar ini memperlombakan kecepatan sapi dalam berlari. Setiap peserta melibatkan 2 ekor sapi yang diikat dengan kereta yang dinaiki oleh joki. Peserta yang berhasil memenangi pertandingan dapat terus melaju hingga ke putaran final yang biasanya diadakan bulan September akhir ataupun bulan Oktober.

    Lintasan yang digunakan sendiri cukup sederhana, yaitu menggunakan lahan tanah yang rata, dengan panjang lintasan kurang lebih 100 meter.

    Untuk dapat menang ada beberapa faktor yang menentukan. Kehandalan joki dan kemampuan sapi adalah faktor utama yang sangat menentukan. Oleh karena itu tak jarang untuk meningkatkan kualitas sapi yang diperlombakan banyak yang rela mengeluarkan dana cukup besar untuk biaya makan dan nutrisi. Aneka jamu dan telur ayam adalah beberapa jenis makanan yang biasa digunakan oleh melatih Sapi karapan sapi.

    Bila Anda menyukai hal baru yang penuh dengan semangat, menonton Karapan Sapi dapat menjadi pilihan menarik. Selamat menikmati.



  • Malioboro. Nama yang tentunya sangat akrab bagi masyarakat Indonesia. Barangkali Malioboro adalah nama jalan paling terkenal di Indonesia. Apa saja yang membuat Malioboro begitu terkenal ?
    Malioboro adalah sebuah nama jalan di Yogyakarta. Bila Anda mengingat Yogyakarta, maka hampir dipastikan Anda pun akan mengingat Malioboro. Mantap kan.

    Jalan Malioboro terkenal dengan perdagangannya, khususnya kerajinan tangan khas Kota Yogyakarta. Banyak sekali orang yang berjualan cinderamata dan makanan khas di tempat ini, mulai dari pedagang kaki lima hingga toko dan mall besar.

    Berjalan-jalan di Malioboro tentunya Anda perlu mempersiapkan uang kecil yang lebih banyak. hal ini untuk mempercepat transaksi jual beli Anda. Anda juga dapat berkeliling kawasan ini dengan menyewa becak ataupun yang bertebaran di kanan-kiri jalan.

    Bila di siang hari penuh dengan penjual cinderamata, lalu bagaimana dengan malam hari ?
    Ketika malam hari, Malioboro berubah menjadi pusat warung lesehan, yang juga menjadi tempat nongkrong favorit generasi muda di Yogyakarta. Bahkan tak jarang seniman-seniman lokal berkumpul untuk mengekspresikan diri. Ada yang bernyanyi, berrmain musik, melukis, dan lain sebagainya.

    Tentunya Yogyakarta dengan Malioboronya akan selalu membuat orang yang berkunjung merindukannya. Selamat menikmati.
  • Dunia Fantasi merupakan tempat wisata favorit bagi masyarakat Indonesia. Berdiri sejak 1985, Dufan terletak di kompleks Taman Impian Jaya Ancol.
    Dunia Fantasi (Dufan) memiliki maskot yang berbentuk kera jenis bekantan. Hal ini dikarenakan dulu kompleks Dufan adalah habitat kera. Dipilih Bekantan juga sebagai media promosi satwa langka yang dilindungi.

    Dufan memiliki wahana yang amat bervariasi. Area dibagi menjadi beberapa kawasan dengan tema bermacam-macam. Beberapa diantaranya adalah kawasan Indonesia, Amerika, Eropa, dan lain sebagainya.

    Selamat menikmati.

Comments

The Visitors says