PESONA WISATA INDONESIA

welcome to our blog



in a way, articles can also be described as a type of adjectives as they also tell us something about the nouns, like adjectives.

Articles are found in many Indo-European, Semitic, and Polynesian languages but formally are absent from some large languages of the world, such as Indonesian, Japanese, Hindi and Russian.

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  • Beragam Batik Trenggalek Jawa Timur (https://menaksopaldiscovery.com)

    Trenggalek adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pusat pemerintahan berada di Trenggalek kota. Trenggalek terletak kurang lebih 30 km dari Tulungagung.

    Di Indonesia sendiri terdapat banyak sekali ragam motif batik. Kekayaan ragam motif batik tersebut di dapat dari banyaknya daerah di Indonesia yang masing-masing memiliki corak batik khas yang lain dari daerah yang lainnya. Motif batik tersebut tentu saja bukanlah sembarang motif melainkan mencerminkan jati diri suatu daerah.

    Begitu juga dengan kabupaten Trenggalek. Trenggalek sendiri memiliki beberapa motif batik yang khas yang tidak dimiliki daerah lain. Di antaranya adalah motif-motif cengkeh yang merupakan salah satu hasil perkebunan yang memang banyak dihasilkan di Kabupaten Trenggalek.

    Batik Trenggalek adalah batik tulis tangan kasar seperti batik Lasem. Umumnya batik ini bermotif lereng dengan warna wedelan (biru tua) dan sogan (coklat tua), mempunyai sedikit cecek-cecek yang kasar dan besar-besar.

    Motif

    Motif Batik, tidak hanya didominasi motif parang, kawung dan motif klasik lainnya. Beragam motif baru, kini mulai bermunculan di sejumlah daerah. Termasuk di Jawa Timur. Bahkan saat ini, batik menjadi media perekam sejarah atas segala hal yang pernah terjadi.

    Motif Dele Kutah

    Motif dele kutah mempresentasikan kedelai yang merupakan bahan dasar pembuatan keripik tempe panganan oleh-oleh khas Trenggalek. Juga motif Cengkeh yang mengandung filosofi bahwa Trenggalek adalah penghasil tanaman Cengkeh.

    Motif Ungker Padi

    Batik ini tersusun dari kumpulan motif yang membentuk satu kesatuan yang apik. Tersusun dari motif padi dan cengkeh yang merupakan hasil pertanian Trenggalek serta motif kupu-kupu sehingga menimbulkan kesan nyaman dan tenang.

    Motif Batang Daun

    Batik jenis ini tersusun dari motif batang tanaman dan daun sehingga tampak begitu asri.

    Motif Parang Cengkeh

    Kata parang memiliki arti pereng atau tebing juga senjata tajam. Keduanya merupakan simbol ketajaman pola pikir yang dimiliki seorang pemimpin agar dapat mengendalikan lingkungannya. Susunan motif letter S jalin-menjalin tidak terputus melambangkan kesinambungan. Bentuk dasar letter S diambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat tidak pernah padam. Motif cengkeh melambangkan hasil bumi utama di Kabupaten Trenggalek (corak batik tulis khas Trenggalek). Kedua motif ini dirangkai sedemikian rupa sehingga terlihat serasi dan harmonis.

    Motif Bunga Kapas

    Batik jenis ini didominasi motif bunga kapas. Bunga kapas merupakan tumbuhan penghasil kapas yang melambangkan kelembutan.

    Motif Truntum Cengkeh

    Motif truntum melambangkan keranuman, sehingga mendatangkan efek damai dan segar bagi mata yang memandang, sedangkan motif cengkeh melambangkan hasil bumi utama di Kabupaten Trenggalek.

    Motif Anggrek Bulan

    Batik ini tersusun dari motif anggrek bulan lengkap dengan tangkai, daun dan bunganya. Sehingga memberikan kesan anggun dan menawan bagi si pemakai.

    Motif Sekar Jagad

    Motif Sekar Jagad sedang dikerjakan 
     (https://indonesia-product.com)

    Sekar Jagat merupakan salah satu motif batik Indonesia yang mengandung makna kecantikan dan keindahan, sehingga orang lain akan terpesona ketika mereka melihat motif yang indah dari Sekar Jagad Batik. Ada juga diasumsikan bahwa motif Sekar Jagad sebenarnya berasal dari kata dari bahasa Jawa "kar" yang memiliki arti "peta" dan "jagad " yang memiliki arti "alam semesta", sehingga motif ini juga melambangkan keragaman di seluruh dunia.

    Batik Trenggalak

    (https://alimabatik.blogspot.co.id)

    (https://alimabatik.blogspot.co.id)

    (https://alimabatik.blogspot.co.id)

    (https://alimabatik.blogspot.co.id)

    (https://alimabatik.blogspot.co.id)

    (https://alimabatik.blogspot.co.id)

  • Artikel sebelumnya telah membahas tentang Batik Sulawesi. Kali ini kita masih posting mengenai Batik Sulawesi yang berada di bagian selatan yaitu Batik Bugis Makassar. Bugis lebih dikenal dengan kain tradisionalnya yang berupa kain tenun Bugis. Dari dulu hingga sekarang bahan tenun sutera Bugis masih digunakan untuk bahan batik. Selain itu banyak motif-motif Batik Bugis yang mengadopsi dari motif tenun Bugis. Dan juga terinspirasi dari kebudayaan lokal setempat.

    Sutera Bugis

    Sumber: https://rumahcantik2a.blogspot.com

    Kain Tenun Bugis

    Sumber: https://rumahcantik2a.blogspot.com


    Inovasi Batik Bugis Makassar sangat berbeda dengan batik-batik yang sudah ada, dimana ini memiliki keunggulan karakter, teknologi proses pembuatan, serta teknik pewarnaan dan corak yang belum dilakukan pembatik-pembatik yang ada saat ini. Pembuatan Batik Bugis Makassar ini menggunakan teknologi komputer dalam penciptaan desain hingga pewarnaan.

    Batik Bugis Makassar

    Sumber: https://indahnyakotaku.blogspot.com

    Batik Bugis Makassar akan diprogram secara bertahap melahirkan motif-motif baru berdasarkan daerah-daerah yang ada di Sulawesi Selatan seperti motif Parepare, motif Maros, motif Soppeng, motif Toraja dan berbagai motif lainnya

    Untuk mengejar ketinggalan pengembangan batik yang ada, Batik Bugis Makassar ini akan difokuskan pada penciptaan puluhan ribuan desain pakem dasar batik yang akan menjadi data base unggulan dan pelatihan teknik batik. Pelatihan teknik pembuatan batik ini akan difokuskan di masyarakat dengan membuka lapangan kerja di sektor UKM dan sektor pendidikan.

    Terdapat pula pembuatan Batik Bugis Makassar dengan cara tradisional yaitu menggunakan cnting dan pewarna alam atau natural. Batik ini diberi nama cora toriolo yang mengandalkan pewarna natural yang terdapat di masyarakat dan ramah lingkungan seperti daun mangga, daun pepaya, kulit pohon mahoni, kulit daun ketapang, akar pohon pace, biji kembang bixa, kunyit, air kelapa dan lain-lain.

    Batik Bugis Makassar

    Sumber: https://id.scribd.com

    Istilah cora toriolo dimaksudkan agar batik ini memiliki ciri tersendiri dalam industri batik. Selain itu akan memberi identitas kuat dalam buadaya Sulawesi Selatan dipercaturan batik dan handicraft. Program pengembangan cora toriolo, akan terus dikembangkan melalui media kain dan juga media lain seperti kayu, keramik, dan logam. Sosialisasi cora, akan terus dilakukan Pemerintah melalui seminar dan workshop kepada masyarakat seni dan budayawan yang akan memberikan masukan yang berarti.

    Batik Bugis Makassar

    Sumber: https://yahzah-9.blogspot.com

    Pembuatan batik khas Bugis ini diawali dengan pembuatan pola. kemudian di lanjutkan dengan proses pencantingan atau pembuatan corak, corak yang ditonjolkan pada batik ini adalah corak batik yang di padukan dari berbagai unsur etnik yang ada di Sulawesi selatan, di antaranya Parepare, Toraja, Bone, dan Makassar.

    Proses Membatik

    Sumber: https://www.kabarindonesia.com

    Setelah proses pencantingan dilakukan, kemudian kain batik ini diwarnai dengan menggunakan bahan bahan natural seperti daun pepaya. jika proses pencantingan sudah selesai, kemudian dilanjutkan dengan proses fiksasi lalu dikeringkan. Bisanya untuk membuat satu meter kain batik cora toriolo ini membutuhkan waktu satu hari.

    Perbedaan yang paling menonjol dari batik khas Bugis ini dengan batik lainnya dilihat dari segi warna dan motif. Secara umum, batik asal Parepare ini muncul dengan warna-warna kain yang lebih cerah dan berani, seperti biru, merah, dan hijau pupus. Selain itu, gambar motifnya juga lebih bebas, yang melambangkan karakter Sulawesi selatan, seperti gambar ayam jantan dari timur, motif huruf lontara, motif Tana toraja, dan motif Lagaligo, motif ini merupakan cerita kuno terpanjang kedua setelah Mahabarata.

    Batik Bugis Makassar

    Sumber: https://www.flickr.com

    Keunggulan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Sulawesi Selatan menjadi salah satu langkah strategis untuk memulai langkah awal untuk bisa bersaing pada pasar bebas. Semakin beraneka ragam ya kekayaan kain tradisional di Indonesia. Cintai produk Indonesia. Semoga bermanfaat.

    Sumber: Fitinline

  • Palu merupakan sebuah kota sekaligus ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah. Asal usul nama kota Palu adalah kata Topalu’e yang berarti tanah yang terangkat, karena daerah ini adalah dataran tinggi. Kota Palu menyimpan banyak keindahan alam dan keberagaman budaya yang menjadi kekayaan bangsa.

    Sulawesi Tengah memiliki kekayaan kain tradisional berupa tenun donggala yang terletak di Kabupaten Donggala. Namun sejak tahun 2008, di Kota Palu mulai dikembangkan kain tradisional berupa kain batik. Batik Bomba adalah kain batik khas Kota Palu. Kata bomba sendiri berarti keterbukaan dan kebersamaan. Itulah sebabnya tidak heran jika masyarakat Sulteng terbuka kepada siapa saja yang datang ke daerah ini. Sejak industri kerajinan batik Bomba menemukan teknologi pewarnaan berkualitas baik, batik khas Kota Palu tersebut dari waktu ke waktu semakin digemari masyarakat di daerah itu maupun tamu-tamu yang datang dari luar daerah. Pengembangan batik Bomba baru digerakkan pada Agustus 2008. Saat itu Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulteng, berinisiatif untuk mengembangkan potensi batik Sulteng dengan cara mengambil seorang instruktur dari Pekalongan yang kemudian melatih beberapa pemuda putus sekolah, untuk diajarkan teknologi membatik moderen seperti yang telah dilakukan masyarakat pembatik Pekalongan. Dari tangan trampil mereka itulah motif batik Bomba berkembang.

    Batik Bomba Palu

    Sumber: https://www.kriyalea.com

    Batik ini memiliki beragam motif yang sebagian besar diambil dari nilai-nilai kebudayaan lokal dan khas seperti sambulugana, rumah adat (souraja), tai ganja, motif burung maleo, motif bunga merayap, motif resplang, motif ventilasi, motif ukiran rumah adat Kaili, bunga cegkeh dan lain sebagainya.

    Batik Palu

    Sumber: https://www.harianmercusuar.com

    Motif tai ganja yang diambil dari akar tradisi masyarakat Kaili, motif ini mengandung makna warisan kebudayaan adat Sulteng sehingga hanya cocok dipakai pada kegiatan-kegiatan adat atau pesta perkawinan. Motif bunga cengkeh merupakan komoditas perkebunan andalan Kabupaten Tolitoli. Sambulugana adalah satu paket tumbuhan, antara lain pinang dan siri. Sambulugana biasanya sebagai pelengkap adat peminangan bagi masyarakat Kaili di Palu. Peminangan dianggap kurang lengkap rasanya jika tidak ada sambulugana.

    Batik Palu

    Sumber: Facebook Kaenaya Batik Palu

    Selain Batik Bomba, Palu juga terkenal dengan Batik motif lekatu, batik ini banyak dipesan oleh perorangan maupun secara partai dari instansi pemerintah. Motif Lekatu terinspirasi dari pohon Lekatu yang merupakan pohon yang khas di Kota Palu dan berada di Tavanjuka. Saat ini, pohon Lekatu sudah langka, tinggal satu pohon saja.

    Batik Palu

    Sumber: Facebook Kaenaya Batik Palu

    Batik Palu tidak saja digemari masyarakat lokal, tetapi tamu-tamu dari pulau Jawa juga menyukai Batik Palu. Batik Palu memiliki kualitas yang baik tak kalah dengan batik dari pulau Jawa, kualitas warnanya dijamin tidak luntur. Proses batik masih dilakukan dengan cara tradisional yaitu dicanting, selain itu juga dibuat dengan alat cetakan batik yang masih sederhana, sekali membantik hanya mampu memproduksi dua meter.

    Proses Membatik

    Sumber: https://www.antarasulteng.com

    Usaha membatik di Kota Palu masih terbilang baru, sehingga semua bahan-bahan pewarna maupun kain harus dipesan dari Pulau Jawa. Jenis kainnya masih diambil dari Pekalongan seperti jenis kain dobi, primis cap kereta dan simboris. Untuk bahan kain batik masih terkendala dengan waktu pengiriman. Barang yang dipesan biasanya baru sampai ditujuan dua hingga tiga pekan. Meski begitu, hal itu tidak menjadi hambatan yang berarti bagi pengrajin, jika pemerintah memberikan apresiasi dengan mewajibkan para pegawai untuk memakai produk lokal.

    Batik Palu

    Sumber: https://www.antarafoto.com

    Terdapat dua sentra batik di Kota Palu, yaitu Batik Bomba Lekatu di Tavanjuka dan Batik Bomba di Jalan Kedondong Kota Palu.

    Untuk membudayakan tradisi menggunakan batik pemerintah provinsi dan pemerintah Kota Palu telah menjadikan hari Kamis sebagai hari wajib menggunakan batik khususnya di kalangan pegawai negeri sipil. Pemerintah daerah juga sudah banyak membantu antara lain bantuan kain, obat-obatan, dan peralatan membatik. Bank Indonesia termasuk salah satu bank yang ikut mendorong majunya industri batik di daerah ini. Pengrajin berharap pemerintah terus berusaha membuka akses pasar sehingga batik bomba mentradisi di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, pemerintah juga terus mengkampanyekan cinta batik bomba melalui berbagai kegiatan seperti fashion show dan ajang pameran produk lainnya.

    Batik Palu

    Sumber: https://hphikal.blogspot.com

    Batik Palu

    Sumber: https://forumbkmpalu.blogspot.com

    Bagi sahabat GPS Wisata Indonesia pecinta batik, jangan lupa untuk membeli kain batik khas Palu bila berkunjung ke Sulawesi Tengah. semoga bermafaat.

    Sumber: Fitinline

  • Selain terkenal akan keindahan alam dan kain tenunnya, Minahasa juga memiliki kekayaan lain berupa kain batik tradisional yang diciptakan dalam berbagai motif, gambar dan tulisan kuno yang berakar pada nilai-nilai budaya dan tradisi yang berkembang dalam kehidupan sosial masyarakat setempat. Salah satu sumber ragam hias yang cukup populer dan banyak ditampilkan dalam batik Minahasa yaitu berupa waruga atau makam leluhur Minahasa yang menceritakan daftar riwayat hidup dari seorang yang telah meninggal.

    Batik Minahasa 

    Sumber : https://www.suaramanado.com

    Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para arkeolog, keberadaan waruga sebagai salah satu warisan budaya Minahasa konon sudah ada sejak 400 tahun sebelum Masehi. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menentukan usia dari sebuah waruga yaitu berupa metode pertanggalan karbon serta membandingkannya dengan usia keramik-keramik Tiongkok yang terdapat pada makam tersebut.

    Batik Minahasa

    Sumber : https://manadopostonline.com

    Waruga merupakan makam leluhur Minahasa yang terbuat dari batu dimana bagian atasnya berbentuk segitiga dan bagian bawahnya berbentuk kotak dengan ruang ditengahnya. Pada bagian atas Waruga terdapat relief berupa sesosok pria yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah motif pada batik Minahasa.

    Batik Minahasa

    Sumber : https://www.facebook.com/batikminahasa

    Relief yang ditampilkan pada motif batik tersebut disebut dengan tonaas. Ragam hias ini terbagi menjadi dua, yaitu tonaas ang kayobaan atau lelaki kuat yang bisa menguasai makhluk hidup lainnya dan tuama loor atau leos sebagai gambaran seorang pria berbentuk manusia kangkang.

    Batik Minahasa

    Sumber : https://www.sulutexplorer.com

    Dibagian bawah waruga ditambahkan pula gambar berbentuk kembang teratai dalam posisi berlawanan yang satu menghadap keatas dan lainnya kebawah secara selang seling membentuk sebuah baris yang rapi. Relief ini menjadi motif batik yang dinamakan motif ma’sungkulan.

    Batik Minahasa

    Sumber : https://www.suaramanado.com

    Selain dua motif tersebut terdapat pula motif lainnya seperti tarawesan paredey, ma’suiyan, wewengkalen dan lain sebagainya. Tarawesan Pareday yang diciptakan dalam bentuk geometris (pakarisan) menyerupai sebuah garis yang berulang menjadi simbol gelombang kehidupan manusia yang datang dari dua arah, yakni dari atas dan dari bawah. Sementara motif wewengkalen yang berbentuk seperti ular berkepala dua, menjadi lambang keabadian yang menggambarkan kemampuan manusia untuk bisa kembali memperbaharui kehidupannya.

    Batik Minahasa

    Sumber : https://www.mitrakab.go.id

    Berbeda dengan motif tarawesan pareday dan wewengkalen, ragam hias ma’suiyan disebut-sebut sebagai bentuk ekspresi dari sayap burung pisok (teteleb ne pisok) yang sangat terkenal di Minahasa. Dari sejumlah ragam hias tersebut terdapat pula ragam hias lain yang jika dikombinasikan akan menghasikan motif yang cukup unik dan berciri khas Minahasa seperti motif karengkom.

    Batik Minahasa

    Sumber : https://www.suaramanado.com

    Semoga bermanfaat.

    Sumber: Fitinline

  • Batik bisa disebut produk asli Indonesia, bila ditilik bahwa produk kain yang mengalami proses celup rintang atau proses menahan warna ini dikenal sejak abad ke V di Tanah Toraja. Dimana pada teknik menghias dengan menahan warna pada batik yang dikenal saat ini adalah dengan menggunakan lilin malam. Proses celup rintang atau menahan warna, adalah proses pelukisan di atas kain menggunakan lilin malam sebagai perintang atau penahan warna pada saat kain dicelupkan pada cairan berwarna.

    Batik tak hanya dimiliki oleh orang Jawa, orang Sulawesi juga memiliki motif batik yang beraneka ragam. Sebagai contoh, batik Sulawesi Selatan memiliki motif-motif seperti Toraja, Bugis dan Makassar. Batik Sulawesi Selatan umumnya menggunakan teknik pembuatan yang sama dengan batik Jawa, namun tetap memiliki kekhasan sendiri.

    Batik Sulawesi

    Sumber: https://www.indonesiaberprestasi.web.id

    Sebelum batik seperti yang sekarang dikenal ada, yaitu teknik menghias dengan menahan warna atau celup rintang memakai lilin malam, di Indonesia sudah dikenal batik dengan teknik lebih sederhana. Salah satu cikal bakal batik dapat ditelusuri dari Kain Sarita dari Tanah Toraja di Sulawesi Selatan yang memakai bubur ketan dan lilin lebah sebagai perintang warna.

    Kain Sarita dari Toraja, Sulawesi Selatan, memakai teknik menahan warna selain memakai bubur ketan juga menggunakan bahan dari lilin lebah. Sarita pertama kali dikerjakan di daerah pegunungan yang terisolasi sehingga ada dugaan, Indonesia memiliki cikal bakal batik dari dalam wilayahnya sendiri.

    Menurut TT Soerjanto, kurator pada Museum Batik Kuno Danar Hadi (Solo) dan juga mantan Kepala Balai Pengembangan Batik di Yogyakarta bahwa produk kain yang mengalami proses celup rintang ini dikenal sejak abad V di Tanah Toraja. Batik dalam bentuk yang lebih primitif justru sudah dimiliki oleh orang Toraja (Tana Toraja, Sulawesi Selatan).

    Batik Toraja

    Sumber: https://www.facebook.com/pages/Batik-Banget-Indonesia-KBBI

    Maka wajar bila perjalanan dalam rentang waktu yang cukup panjang, 15 abad, telah menjadikan batik sebagai satu wahana ungkapan dunia pikir atau kosmologi yang pernah hidup di suatu masyarakat. Lebih dari sekadar wahana ungkapan estetik belaka. Melalui batik, masyarakat mengungkapkan dunia pikir yang hidup pada zamannya yaitu meliputi kepercayaan, mitos, konsepsi penciptaan kehidupan, jagat raya, harmoni hidup, etika, adat istiadat, dan seterusnya.

    Sedangkan di Sulawesi Tengah rata-rata mendatangkan bahan baku tekstil batik dari Jawa, namun pembuatan motifnya dilakukan oleh masyarakat pengrajin batik di Sulawesi Tengah tepatnya di kota Palu dan motifnya sesuai dengan ciri khas motif lokal Palu. Motif yang digunakan batik-batik di Sulawesi Tengah kebanyakan menggambarkan motif burung maleo, motif bunga merayap, motif resplang, motif ventilasi dan motif ukiran rumah adat Kaili ataupun motif bunga dan buah cengkeh.

    Batik Sulawesi

    Sumber: https://www.indonesiaberprestasi.web.id

    Batik merupakan identitas budaya bangsa yang penting untuk terus dilestarikan. Batik juga merupakan potensi ekonomi yang potensial untuk diberdayakan. Begitu pula batik di Sulawesi Utara yang masih potensial untuk dikembangkan. Karena masyarakatnya yang sangat dinamis, terbuka dan bahkan sangat menghargai nilai estetika di bidang sandang. Apalagi sudah ada pioneer batik seperti batik Bentenan dan batik Pinabetengan, semua kita hargai untuk memperkaya khasanah perbatikan di Sulawesi Utara. Diharapkan masyarakat Sulawesi Utara untuk mengembangkan potensi batik karena batik tidak sekadar untuk mengangkat nilai dan tradisi kebudayaan bangsa, tapi juga batik bisa memberikan nilai ekonomis sehingga dapat mengangkat kesejahteraan masyarakatnya.

    Batik Bentenan

    Sumber: https://www.dansapar.com

    Pemerintah di setiap provinsi yang berada di Sulawesi mewajibkan bagi para PNS mengenakan pakaian berbahan kain tradisional khas Sulawesi sekali dalam seminggu. Pakaian seragam yang dikenakan bisa berbahan kain batik maupun kain tenun khas Sulawesi. Selain itu, para pelajar juga diwajibkan untuk mengenakannya tiap hari Kamis.

    Batik Sulawesi

    Sumber: https://www.indonesiaberprestasi.web.id

    Semoga bermanfaat.

    Sumber: Fitinline

  • Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sangat dibanggakan oleh sebagian besar warga Indonesia dan cukup banyak diminati oleh wisatawan mancanegara. Bahkan belakangan ini para pengrajin batik mulai menciptakan berbagai inovasi untuk melahirkan motif baru yang semakin menambah keanekaragaman kain tradisional Indonesia. Selain dikenal sebagai daerah penghasil kain tenun ikat, propinsi Nusa Tenggara Timur rupanya juga mengembangkan kerajinan batik yang memiliki keunikan tersendiri. Beberapa motif kain batik yang dijual di kota Kupang memiliki banyak kemiripan dengan kain tenun ikat namun harganya jauh lebih murah.

    Batik Kupang

    Sumber : https://id.indonesia.travel

    Tujuan dibuatnya batik kupang ini konon semata-mata bertujuan untuk memperkenalkan motif khas Nusa Tengara Timur secara nasional. Mulanya kain batik yang dibuat dengan mengadaptasi motif kain dari daerah timor hanya terbatas pada daerah Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara. Namun melihat respon konsumen yang cukup bagus maka dibuatlah motif-motif dari daerah lain yang menampilkan berbagai tokoh mitos, binatang, tumbuhan, dan motif abstrak yang dijiwai dari penghayatan akan alam semesta.

    Batik Kupang


    Sumber : https://matahatiku.com

    Batik Kupang

    Sumber : https://lodwykshop.blogspot.com

    Kain batik kupang dikenal memiliki kualitas yang cukup bagus. Selain ringan ketika dikenakan kain ini juga tidak mudah luntur, hal ini dipengaruhi oleh pembuatannya yang memanfaatkan zat kimia sebagai pewarna. Kain batik dengan corak tradisional ini, cukup banyak diminati oleh masyarakat luas terutama oleh para Pegawai Negeri Sipil sebagai seragam kerja mereka. Hal ini didasari oleh peraturan pemerintah setempat yang mewajibkan pegawainya untuk menggunakan kain batik khas daerah tersebut setiap dua kali dalam seminggu.

    Batik Kupang

    Sumber : https://geobatik.com

    Salah satu kain batik yang berasal dari daerah Kupang yaitu motif batik gniss yang dalam pembuatannya mendapat inspirasi dari Sayatan Batuan Gniss yang tersingkap di Daerah Tanini, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Batuan Gniss termasuk batuan Metamorf dengan ciri khas berwarna keunguan atau coklat keunguan, dengan struktur Gniss Tuse yang di bentuk oleh mineral-mineral Mika dan Garnet yang diperkirakan terbentuk 70 juta tahun yang lalu.

    Batik Kupang

    Sumber : https://rumahjahithaifa.com

    Batik Kupang

    Sumber : https://amaboro.blogspot.com

    Pemasaran kain batik Kupang ini tersebut tidak hanya terbatas di wilayah Nusa Tenggara Timur saja, namun mulai merambah ke daerah lain di Indonesia seperti Jawa, Bali dan Kalimantan.

    Batik Kupang

    Sumber : https://matahatiku.com

    Bagi sahabat GPS Wisata Indonesia pecinta kain batik, anda bisa menjadikan batik kupang sebagai koleksi pribadi anda. Semoga bermanfaat.

    Sumber: Fitinline

  • Provinsi Nusa Tenggara Barat terdiri dari tiga pulau yaitu pulau Lombok, pulau Sumbawa dan pulau Komodo, dengan ibukotanya Mataram, terletak di pulau Lombok.

    Batik Lombok, disebut juga Batik Sasambo yang merupakan akronim dari Sasak (lombok), Samawa (Sumbawa) dan Mbojo (Bima) adalah tiga suku besar yang menghuni Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Motif batik Sasambo yang terkesan abstrak, sangat indah dan terkesan mistis. Lebih dari itu, ternyata mempunyai nilai sejarah, seni dan filosofi yang sangat tinggi. Setiap motif berkaitan dengan tradisi sehari hari masyarakat NTB.

    Batik Sasambo, memiliki empat motif utama, serta berbagai perpaduannya, diantaranya, Motif Sasambo motif Mate Sahe (dalam bahasa Indonesia artinya Mata Sapi), motif Kakando, serta motif Uma Lengge, yang motifnya mirip dengan rumah-rumah kecil dengan kubah berbentuk kerucut. Corak dan warna batik Sasambo adalah sesuai dengan budaya lokal dari masing-masing etnis.

    Selain motif diatas didapatkan motif antara lain :

    Motif Presean

    (https://rembitanbatik.blogspot.com)

    (https://rembitanbatik.blogspot.com)

    Motif Kerang Mutiara

    (https://rembitanbatik.blogspot.com)

    Motif Kepiting Laut

    (https://rembitanbatik.blogspot.com)

    Motif Lumbu

    (https://rembitanbatik.blogspot.com)

    Motif Lumbu Kangkung

    (https://rembitanbatik.blogspot.com)

    Motif Daun Sirih

    (https://rembitanbatik.blogspot.com)

    Motif Kembang Ketujur

    (https://rembitanbatik.blogspot.com)

    Saat ini, batik Sasambo (Sasak Samawa Mbojo) dijadikan sebagai pakaian batik resmi lokal NTB, pemerintah daerah yang menjadikan salah satu batiknya sebagai suatu bentuk industri kreatif putra NTB.

Comments

The Visitors says