PESONA WISATA INDONESIA

welcome to our blog



in a way, articles can also be described as a type of adjectives as they also tell us something about the nouns, like adjectives.

Articles are found in many Indo-European, Semitic, and Polynesian languages but formally are absent from some large languages of the world, such as Indonesian, Japanese, Hindi and Russian.

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio



  • Keberadaan berbagai macam suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia menjadikan bangsa kita kaya akan keanekaragaman budaya, adat istiadat, tarian daerah serta pakaian adat tradisionalnya. Sahabat Fitinline sudah pernah berkunjung ke Jambi? Kali ini Fitinline akan mengajak anda untuk mengenal Jambi lebih dekat, melalui pakaian adat yang digunakan oleh masyarakat yang mendiami salah satu Propinsi di Indonesia yang terletak di pesisir timur bagian tengah Pulau Sumatera. Pakaian tradisional yang dikenakan oleh kaum pria yang berada di Suku Melayu Jambi dinamakan baju kurung tanggung.

    A. 9 Perlengkapan Pakaian Adat Pria Jambi

    Pakaian Pria Adat Jambi 

    Sumber : https://djangki.wordpress.com

    Sumber : https://djangki.wordpress.com

    Baju kurung tanggung merupakan pakaian tradisional Melayu yang digunakan untuk kegiatan upacara, dan kegiatan sehari-hari sesuai dengan ruang, waktu, dan tempat. Pakaian ini panjang lengannya hanya sedikit dibawah siku tidak sampai pada pergelangan tangan. Hal ini mengandung makna bahwa seseorang pria harus tangkas dan cekatan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Bahan yang digunakan terbuat dari beludru berwarna merah dan diberi sulaman benang emas. Pada bagian tengahnya terdapat motif kembang tagapo (bertabur) dan kembang melati, sedang pada bagian pinggirnya bermotifkan kembang berangkai atau pucuk rebung. Celana yang dikenakan dalam adat Jambi terbuat dari beludru yang dilengkapi dengan tali yang dililitkan dipinggul sebagai ikat pinggang.

    Pakaian Pria Adat Jambi 

    Sumber : https://hasilliputan.blogspot.com

    Sumber : https://djangki.wordpress.com

    Berbagai perlengkapan yang terdapat dalam pakaian adat pria Jambi antara lain:

    1. Lacak sebagai penutup kepala yang terbuat dari kain beludru warna merah dan diberi kertas tebal di dalamnya
    2. Flora yang terbuat dari daun, tangkai klan bunga yang akan mekar. 3. Tali runcing yang diletakkan pada pinggir sebelah kanan dan diberi lukisan yang diimbangi dengan penempatan bungo runci berwarna putih yang dirangkai dengan benang di sebelah kiri
    3. Penutup dada yang diberi nama Teratai Dada dan dipasang melingkari leher sehingga menyerupai kerah
    4. Gelang kilat bahu dari logam celupan berlukiskan naga kuning yang di pasang pada kedua tangan. Lukisan naga ini mengandung makna bila seseorang telah diberi kekuasaan janganlah diganggu
    5. Selempang yang terbuat dari songket warna merah keungu-unguan dan dikenakan menyilang badan. Selempang ini merupakan pasangan kain sarung dengan motif bunga berangkai dan beranting
    6. Selendang berwarna merah jambu yang digunakan pada bagian pinggang dengan ujung yang diberi rumbai-rumbai warna kuning
    7. Keris yang diselipkan di perut menyerong kekanan melambangkan kebesaran sekaligus untuk berjaga-jaga
    8. Selop atau alas kaki berbentuk setengah sepatu yang berfungsi untuk melindungi kaki saat berjaalan.
    Pakaian Pria Adat Jambi 

    Sumber : https://djangki.wordpress.com

    B. 7 Perlengkapan Pakaian Adat Wanita Jambi


    Seperti halnya daerah di Pulau Sumatera lainnya, Propinsi Jambi juga memiliki pakaian adat tradisional yang biasa disebut dengan pakaian Adat Melayu. Pakaian ini dihiasi dengan sulaman benang emas dan berbagai hiasan kelengkapan lainnya sehingga tampak lebih mewah jika dibandingkan dengan pakaian yang dikenakan sehari-hari. Pakaian adat yang dikenakan oleh kaum wanita Jambi yakni berupa kain sarung serta selendang songket berwarna merah yang diberi nama baju kurung tanggung bersulam benang emas. Pada baju tersebut terdapat hiasan bermotif bunga melati, kembang tagapo, dan pucuk rebung.

    Pakaian Wanita Adat Jambi 

    Sumber : https://model.poetrafoto.com

    Sumber : https://kotekemoon.blogspot.com

    Dalam adat Jambi terdapat perbedaan variasi pakaian yang digunakan pada acara adat suku Jambi, khususnya yang dikenakan para gadis. Pada acara yang tidak terlalu besar pakaian yang dikenakan cukup berupa baju kurung berlengan tanggung, sarung warna merah yang dipakai sedikit di bawah lutut (tanggung), selendang warna merah dililitkan di kepala serta perlengkapan lain seperti ani-ani dan kiding (tempat padi). Pakaian ini dapat berfungsi ganda yakni sebagai pakaian upacara maupun bekerja. Sementara dalam rangkaian acara yang besar pakaian yang dikenakan berbeda antara pakaian untuk upacara dan kerja. Dalam rangkaian upacara tersebut pakaian yang dikenakan jauh lebih bagus, yakni berupa selendang songket yang dikenakan sebagai penutup kepala dan diberi sulaman benang emas serta umbai-umbai di ujungnya.

    Pakaian Wanita Adat Jambi 

    Sumber : https://djangki.wordpress.com

    Sumber : https://mesentour.com

    Berbagai perlengkapan yang terdapat dalam pakaian adat wanita Jambi antara lain:

    1. Pesangkon atau penutup kepala yang terbuat dari kain beludru berwarna merah dan bagian dalamnya diberi tambahan kertas. Ada juga yang menyebutnya dengan nama duri pandan, hal ini dikarenakan hiasan pada bagian depan tutup kepala ini diberi hiasan dari logam berwarna kuning berbentuk duri pandan
    2. Perhiasan berupa cincin pacat kenyang dan cincin kijang atau capung 
    3. Anting atau antan bermotif kupu-kupu 
    4. Gelang kilat bahu yang dipasang pada masing-masing lengan, ditambah pula dengan gelang kano, gelang ceper dan gelang buku beban. Khusus gelang buku beban bahannya berasal dari permata putih
    5. Gelang nago betapo dan gelang ular melingkar yang dipasang dibagian kaki. Disebut demikian karena bentuknya menyerupai naga yang sedang tidur dan ular yang melingkar membentuk bulatan dalam dongeng
    6. Kalung tapak, kalung jayo atau kalung bertingkat dan kalung rantai sembilan
    7. Kelengkapan lain seperti teratai dada (tutup dada), pending dan sabuk (ikat pinggang), selendang, dan selop hampir sama dengan yang dikenakan pria. Perbedaannya terletak pada bentuk motif yang lebih besar pada teratai dada dan pending.
    Pakaian Adat Jambi 

    Sumber : https://www.pilarsulut.com

    Sumber : https://liljourney.files.wordpress.com

    Semoga bermanfaat.

    Sumber: Fitinline 1 dan Fitinline 2



  • Kekayaan bangsa Indonesia terletak pada keanekaragaman budaya dan tradisi di setiap daerah, salah satunya adalah keberadaan pakaian. Pakaian adat tidak hanya digunakan sebagai kain penutup tubuh saja, namun pakaian adat juga dianggap memiliki jejak sejarah, pemikiran, dan juga keyakinan yang melambangkan hukum norma dan norma adat yang berlaku serta mencerminkan karakter suatu kelompok sosial tertentu. Di tanah air sendiri setiap daerah memiliki pakaian khasnya masing-masing, tidak terkecuali dalam adat Riau. Berdasarkan fungsinya keberadaan pakaian adat Riau dapat dibedakan menjadi pakaian keseharian, pakaian resmi (formal), pakaian upacara adat, pakaian upacara pernikahan, dan pakaian upacara keagamaan.

    Pakaian Adat Riau 

    Sumber : https://www.sungaikuantan.com

    Sumber : https://melayuonline.com

    Pakaian Keseharian

    Pakaian keseharian merupakan pakaian yang dikenakan pada saat melaksanakan kegiatan sehari-hari, baik untuk bermain, berladang, melaut, maupun untuk kegiatan di rumah. Berdasarkan jenjang usia pemakainya, pakaian keseharian yang digunakan dalam adat riau dapat dibedakan dalam beberapa tingkatan, yaitu pakaian anak, pakaian dewasa dan pakaian orang tua. Pakaian untuk anak pria yang masih kecil biasa disebut dengan baju monyet. Setelah beranjak besar, anak pria mulai mengenakan baju teluk belanga atau (baju cekak musang). Sementara pakaian untuk anak wanita yang belum dewasa umumnya berupa baju kurung dengan bermotif bunga-bunga satu corak.

    Pakaian Keseharian Adat Riau 

    Sumber : https://www.busanaadat.com

    Sumber : https://www.busanaadat.com

    Bagi pria yang sudah dewasa pakaian yang dikenakan berupa baju kurung cekak musang atau teluk belanga tulang belut, yang dilengkapi dengan sesamping berupa sarung perekat dan kopiah atau ikat kepala. Sedangkan pakaian yang dikenakan untuk wanita berupa baju kurung labuh, baju kebaya pendek, dan baju kurung tulang belut. Dalam adat Riau pakaian yang digunakan oleh pria setengah baya disebut dengan nama baju kurung tulang belut sementara untuk wanita setengah baya adalah baju Kurung Teluk Belanga, Kebaya Laboh, dan Baju Kebaya Pendek yang biasa dipakai untuk ke ladang maupun untuk di rumah.

    Pakaian Adat Riau 

    Sumber : https://twicsy.com

    Pakaian Resmi (Formal)

    Pakaian resmi adalah baju yang digunakan pada acara pertemuan yang diadakan pihak kerajaan. Pakaian resmi yang dikenakan bagi pria dalam adat Riau adalah Baju Kurung Cekak Musang yang terbuat dari kain sutra, kain satin, atau kain berkualitas tinggi yang dilengkapi dengan kopiah dan kain samping yang terbuat dari bahan pilihan seperti kain songket dan tenun. Sedangkan pakaian resmi untuk wanita dewasa dalam adat riau adalah Kebaya Laboh dan Baju Kurung Cekak Musang yang terbuat dari kain songket atau kain pilihan lainnya, seperti Tenun Siak, Tenun Indragiri, dan Tenun Trengganu.

    Pakaian Adat Riau 

    Sumber : https://www.lamriau.org

    Pakaian Upacara Adat

    Pada zaman dahulu pakaian adat riau hanya dipakai oleh kerajaan dikawasan Bumi Melayu, untuk upacara penyambutan tamu, upacara penobatan raja, upacara pelantikan mentri, orang besar kerajaan dan datuk-datuk, upacara menjunjung duli, upacara penerimaan anugerah serta penerimaan persembahan dari rakyat dan negeri sahabat. Tata cara berpakaian dalam adat riau dibedakan menjadi beberapa kelompok yaitu pakaian dalam acara pernikahan, pakaian upacara adat, pakaian melayu sebagai mempelai pengantin, pakaian ulama dan upacara keagamaan.

    Pakaian Adat Riau 

    Sumber : https://www.sayangi.com

    Pakaian Upacara Pernikahan

    Pakaian adat yang digunakan oleh pria Riau dalam upacara pernikahan adalah baju kurung cekak musang atau baju kurung teluk belanga yang dilengkapi dengan kain samping bermotif serupa dengan celana dan baju, destar berbentuk mahkota, sepat runcing di bagian depan, dan keris hulu burung serindit pendek yang diselipkan di sebela kiri. Pakaian pengantin yang dikenakan oleh pria Melayu Kepulauan atau Pesisir serta orang Melayu Daratan tidaklah berbeda, kecuali untuk daerah Lima Koto Kampar baju pengantinnya berbentuk baju terusan panjang hingga kebawah menutup mata kaki yang lazimnya dikenal dengan nama jubah. 

    Sementara Pakaian yang dikenakan oleh pengantin perempuan memiliki variasi yang beragam tergantung pada kegiatan yang akan dilaksanakan. Pengantin perempuan dalam upacara Malam Berinai memakai Baju Kurung Teluk Belanga. Sedangkan pada upacara Barandam memakai Baju Kurung Kebaya atau Kebaya Pendek. Lain halnya pada upacara Barandam, busana yang dikenakan pengantin wanita berupa Baju Kurung Kebaya atau Kebaya Pendek. Bagian kepala disusun berbentuk sanggul dan dihiasi dengan bunga-bunga hidup seperti cempaka, bunga melur dan bunga tanjung.

    Pakaian Adat Riau 

    Sumber : https://wedding.poetrafoto.com

    Sumber : https://s195.photobucket.com

    Pakaian Upacara Keagamaan

    Dalam upacara keagamaan adat Riau pakaian yang dikenakan oleh pria tua dan muda adalah pakaian berbentuk cekak musang atau baju kurung teluk belanga, pakai songkok, kain samping dari kain pelekat atau kain tenunan. Sistem pemakaian baju dalam adat Riau ini ada dua macam, yaitu baju dagang dalam dan baju dagang luar.

    Sampai saat ini masyarakat Riau masih sering mengenakan pakaian adat dalam berbagai upacara adat atau perayaan tertentu. Semoga bermanfaat.

    Sumber: Fitinline


  • Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat kaya akan budaya dan adat istiadat. Tidak heran jika masing-masing suku yang tersebar di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri terkait dengan kebudayaan yang mereka anut, seperti adanya perbedaan dalam baju adat, tarian tradisonal dan rumah adat. Pakaian adat atau yang biasa disebut pakaian tradisional dari masing-masing provinsi ini memiliki suatu cerita masing-masing. Tidak terkecuali Propinsi Sumatera Barat yang mayoritas dihuni oleh masyarakat beretnis Minangkabau. Sebagai wilayah yang dikenal dengan akar budaya yang kuat, setiap aturan seperti penggunaan pakaian dapat dijadikan cermin dari nilai-nilai dan norma yang dianut dalam tradisi masyarakat Sumatera Barat.

    A. 6 Makna Simbolik Pada Pakaian Adat Pria Sumatera Barat                          
    Pakaian Adat Sumatera Barat 

    Sumber : https://9adihminan9.wordpress.com

    Sumber : https://www.lenteratimur.com

    Dalam adat Sumatera barat pakaian yang digunakan oleh kaum pria disebut pakaian adat Penghulu. Pakaian ini biasa dipakai oleh pemangku adat sebagai pakaian kebesaran yang pemakaiannya telah diatur sesuai dengan tata cara yang digariskan oleh adat dan bukanlah pakaian harian yang seenaknya dipakai oleh seorang penghulu. Pakaian penghulu atau kaum laki-laki dalam adat Sumatera Barat yang terdiri dari destar, baju penghulu, sarawa, sesamping, sandang, keris, dan tungkek (tongkat).

    Pakaian Adat Pria Sumatera Barat 

    Sumber : https://padangekspres.co.id

    Pakaian Adat Sumatera Barat 

    Sumber : https://www.flixya.com

    Makna simbolik yang terkandung pada Baju Penghulu yang dikenakan oleh pria dalam adat Sumatera Barat antara lain:

    1. Bagian atas penutup kepala disebut dengan nama seluk atau destar. Kerut-kerut yang terdapat pada penutup kepala ini melambangkan banyaknya undang-undang yang perlu diketahui oleh penghulu
    2. Baju penghulu yang didominasi warna hitam, dipilih sebagai lambang kepemimpinan yang terhormat, disegani, dan berwibawa
    3. Sarawa atau celana penghulu yang berukuran besar memiliki makna bahwa seorang pemangku adat adalah orang yang besar dan bermartabat
    4. Sesamping berwarna merah yang dikenakan seperti pada baju teluk belanga melambangkan keberanian dalam mencapai kebenaran
    5. Keris dibagian pinggang dengan posisi condong kekiri melambangkan bahwa seorang penghulu harus berfikir sebelum menggunakan senjatanya
    6. Tongkat sebagai pelengkap dalam pakaian adat Sumatera Barat menunjukkan bahwa penghulu adalah orang yang dituakan dan dihormati oleh kaumnya
    Pakaian Adat Pria Sumatera Barat 

    Sumber : https://id.wikipedia.org

    Sumber : https://www.allaboutminangkabau.com

    B. 5 Makna Simbolik Pada Pakaian Adat Wanita Sumatera Barat


    Sebagai bangsa yang memiliki keanekaragaman budaya, Indonesia memiliki banyak pakaian adat yang memiliki nilai sejarah dan nilai pengetahuan yang penting. Tidak terkecuali Propinsi Sumatera Barat yang mayoritas dihuni oleh masyarakat beretnis Minangkabau. Seperti kebanyakan suku-suku disaerah lain, suku yang dikenal dengan sebutan “Ranah Minang” ini juga memiliki baju adat yang memiliki makna dan arti tersendiri. Keberadaan pakaian adat dalam lingkup kebudayaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peristiwa budaya, misalnya pada upacara adat yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat. Dalam adat Sumatera barat pakaian yang digunakan oleh kaum wanita disebut dengan nama Baju Kurung sementara pakaian yang dikenakan remaja putri disebut pakaian adat Lambak Ampek.

    Pakaian Adat Wanita Sumatera Barat 

    Sumber : https://nasbahrygallery1.blogspot.com

    Sumber : https://amboe-amboe.blogspot.com

    Pakaian adat Sumatera Barat yang paling populer dalam adat minangkabau dikenal dengan nama Bundo Kanduang. Pakaian ini terdiri dari tingkolok (penutup kepala), baju kurung, kain selempang, kain sarung, serta perhiasan berupa kalung dan anting. Pakaian yang khusus diperuntukan bagi wanita yang telah diangkat menjadi bundo kanduang ini memiliki ciri khas penutup kepala yang disebut tingkolok. Tingkolok merupakan hiasan kepala perempuan yang berbentuk runcing dan bercabang menyerupai tanduk kerbau. Pemakaian tengkuluk digunakan sebagai perlambang perempuan sebagai pemilik rumah gadang.

    Pakaian Adat Wanita Sumatera Barat 

    Sumber : https://blogminangkabau.wordpress.com

    Sumber : https://bundokanduang.wordpress.com

    Makna simbolik yang terkandung pada Baju Kurung yang dikenakan oleh wanita dalam adat Sumatera Barat antara lain:

    1. Penutup kepala yang berbentuk seperti tanduk runcing yang berumai emas atau loyang sepuhan memiliki makna bahwa orang yang mengenakannya adalah seorang pemilik rumah gadang
    2. Baju kurung dengan warna hitam, merah, biru, atau lembayung yang dihiasi dengan benang emas dan tepinya diberi minsie yang bermakna bahwa seorang bundo kanduang dan kaumnya harus mematuhi batas-batas adat dan tidak boleh melanggarnya
    3. Balapak yang diselempangkan dari bahu kanan ke rusuk kiri memiliki arti bahwa seorang perempuan bertanggung jawab untuk melanjutkan keturunan
    4. Kain sarung bersulam emas yang bermakna simbolik kebijaksanaan, artinya seorang bundo kanduang harus dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya
    5. Perhiasan digunakan sebagai simbol yang mengandung norma-norma dan nilai-nilai yang dapat digunakan sebagai acuan dalam kehidupan bermasyarakat
    Pakaian Adat Wanita Sumatera Barat 

    Sumber : https://blogminangkabau.wordpress.com

    Sumber : https://minangkabau-in-world.blogspot.com

    Pakaian adat minangkabau yang dikenal dengan nama bundo kanduang ini mengandung nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan diantaranya kepimpinan, keteguhan dan kebertanggung-jawaban, kebijaksanaan, kehematan, kerja keras, ketauladan, ketaqwaan, pengayoman, dan ketaatan.

    Semoga Bermanfaat.

    Sumber: Fitinline 1 dan Fitinline 2



  • Propinsi Sumatera Utara yang beribukota di Medan didominasi oleh suku Batak, Nias serta etnis melayu sebagai penduduk asli wilayah Sumatera Utara. Berbagai etnis yang mendiami pulau sumatera ini memiliki kebudayaan yang unik seperti adat istiadat, tarian daerah, makanan khas, dan tidak terkecuali pakaian adat tradisional yang lebih dikenal dengan nama Ulos. Ulos merupakan kain tenun khas Batak berbentuk selendang yang berasal dari propinsi Sumatera Utara. Bagi masyarakat suku karo pakaian adat ulos dianggap sebagai jimat yang mempunyai daya magis tertentu. Secara harfiah ulos dapat diartikan sebagai selimut yang menghangatkan dan melindungi tubuh dari terpaan udara dingin.

    Pakaian Adat Sumatera Utara 

    Sumber : https://batak-people.blogspot.com

    Sumber : https://budaya-indonesia.org

    Mulanya nenek moyang suku Batak yang memiliki kebiasaan tinggal dan berladang di kawasan pegunungan mengandalkan sinar matahari dan api sebagai tameng untuk menghalau rasa dingin. Namun lambat laun mereka menyadari bahwa matahari tidak dapat diperintah untuk menuruti kehendak manusia. Ditambah lagi cuaca yang tidak bersahabat serta udara malam yang begitu dingin nenek moyang mereka berpikir keras mencari cara lain yang lebih praktis sebagai alternatif untuk menggantikan api yang dirasa terlalu beresiko saat malam hari. Maka lahirlah kain ulos sebagai budaya asli suku Batak yang dianggap paling nyaman dan akrab dengan kehidupan sehari-hari.

    Pakaian Adat Sumatera Utara 

    Sumber : https://id.wikipedia.org

    Sumber : https://fadhilplano07.blogspot.com

    Sesuai dengan pepatah Batak yang berbunyi “Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong” yang artinya jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama. Dengan demikian kain ulos dijadikan simbol restu, kasih sayang dan persatuan. Ulos dapat dikenakan dalam berbagai bentuk mulai dari selendang, sebagai kain penutup kepala, bagian bawah, bagian atas, penutup punggung.

    Pakaian Adat Sumatera Utara 

    Sumber : https://indonesia-liek.blogspot.com

    Sumber : https://galeri-mamasa-sulawesi-barat.blogspot.com

    Dalam masyarakat Batak Simalungun, Ulos yang dikenal dengan nama hiou digunakan untuk penutup badan bagian bawah bagi wanita disebut ragipanei, sementara ulos yang digunakan sebagai pakaian sehari-hari disebut jabit. Penutup kepala wanita disebut suri-suri, sedangkan penutup kepala lelaki disebut Gotong. Pada pakaian pengantin Simalungun ulos digunakan untuk melambangkan kekerabatan yang biasa disebut dengan dalihan natolu atau tolu sahundulan. Pakaian ini terdiri dari tutup kepala (ikat kepala), tutup dada (pakaian) dan tutup bagian bawah (sarung).

    Pakaian Adat Sumatera Utara 

    Sumber : https://www.azamku.com

    Ulos penutup kepala pada masyarakat Batak Toba dikenal dengan sebutan Sorotali. Sortali merupakan ikat kepala yang fungsinya seperti mahkota dan umumnya terbuat dari bahan tembaga yang disepuh dengan emas, lalu dibungkus dengan kain merah. Sortali ini biasanya digunakan pada pesta-pesta besar oleh kaum laki-laki maupun perempuan. Akan tetapi seperti halnya ulos penggunaan sortali memiliki aturan sendiri dan tidak boleh dikenakan secara sembarangan.

    Pakaian Adat Sumatera Utara 

    Sumber : https://www.ngunduhmantu.com

    Menurut orang Batak Karo, Ulos atau Uis lebih dari sekedar kain sandang, melainkan benda bertuah yang mampu memberikan perlindungan bagi pemakainya. Seiring perkembangan zaman, saat ini kain ulos sudah berakulturasi dengan berbagai jenis sandang modern, seperti kemeja dan jas.

    Sahabat Fitinline dapat menjadikan kain ulos sebagai koleksi pribadi anda. Semoga bermanfaat.

    Sumber: Fitinline

Comments

The Visitors says