PESONA WISATA INDONESIA

welcome to our blog



in a way, articles can also be described as a type of adjectives as they also tell us something about the nouns, like adjectives.

Articles are found in many Indo-European, Semitic, and Polynesian languages but formally are absent from some large languages of the world, such as Indonesian, Japanese, Hindi and Russian.

Posts

Comments

The Team

Blog Journalist

Connect With Us

Join To Connect With Us

Portfolio

  • Pengunjung menyerahkan secarik kertas Kartu Doa sebagai alat pembayaran menu berbuka puasa kepada pelayan Soto Kauman Express, Sawangan, Depok, Rabu (8/6/2016). Kartu Doa adalah alat pembayaran dalam program "Buka Puasa Bayar Pake Doa".

    Satu persatu pengunjung Soto Kauman Express di Depok datang dan pergi usai maghrib, Rabu (8/6/2016). Tangannya menggenggam secarik kertas dan kemudian diserahkan kepada pelayan warung yang berbaju merah dan berkerudung hitam.

    "Terima kasih ya. Semoga rezekinya semakin bertambah," kata seorang pengunjung sambil mengangkat kedua tangannya sebelum meninggalkan Warung Soto Express Kauman.

    KompasTravel sempat mencoba berbuka puasa di Soto Kauman Express. Sebelum waktu berbuka tiba, empat suguhan telah dihadirkan oleh pelayan di meja.

    Hingga pukul 18.00 WIB, pengunjung-pengunjung lain juga masih berdatangan. Ada yang muda-mudi yang berpasangan, anak-anak kecil, hingga keluarga yang datang untuk berbuka puasa.

    Itu adalah satu cuplikan dari sudut warung Soto Kauman Express di saat waktu berbuka puasa. Secarik kertas itu adalah alat pembayaran menu berbuka puasa yang terdiri dari empat hidangan yakni jus belimbing, kurma, soto original, dan satu makanan pilihan.

    Pengunjung hanya perlu menuliskan doa serta nama di sebuah kartu kertas kemudian diserahkan kepada pelayan warung Soto Kauman Express. Lalu, pengunjung bisa pergi.

    Adalah Ubaidillah (34), pemilik Soto Kauman Express sekaligus sutradara di balik program cara transaksi yang dinamakan dengan "Buka Puasa Bayar Pake Doa". Program tahun ini adalah kali ketiga sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2014.

    "Kita enggak nyebut gratis, kita gantinya dengan doa. Jadi kartu itu sebagai kuitansi," kata Ubaidillah (34) saat ditemui KompasTravel di Soto Kauman Express, Depok, Rabu (8/6/2016).

    Menu Berbuka Puasa di Soto Kauman Express yang terdiri dari soto original Soto Kauman Express, kurma, pempek, dan jus belimbing. Makanan-makanan tersebut bisa didapatkan dengan cara membayar menggunakan doa.

    Menu Berbuka Puasa di Soto Kauman Express yang terdiri dari soto original Soto Kauman Express, kurma, pempek, dan jus belimbing. Makanan-makanan tersebut bisa didapatkan dengan cara membayar menggunakan doa.

    Ia menyediakan setiap harinya 50 set makanan berbuka puasa yang terdiri atas empat hidangan per set atau seharga kira-kira Rp 20.000 - Rp 23.000 mulai dari pukul 18.00 - 18.30 WIB. Lantas, bagaimana dengan penjualan makanan secara reguler saat berbuka puasa?

    Ya, pengunjung tak perlu membayar sepeser pun untuk menu berbuka puasa yang disediakan oleh pihak Soto Kauman Express. Ubaidillah mengaku tak merasa takut mengalami kerugian dengan menyediakan menu berbuka puasa selama bulan Ramadhan.

    "Secara value kita dapat hawa positif yaitu dengan doa-doa. Saya ingin mengejar dua keutamaan pada bulan Ramadhan yakni pahala dan doa orang yang berpuasa. Ketika memberi makanan berbuka puasa, pahalanya sama seperti yang berpuasa dan salah satu doa yang makbul adalah ketika orang berbuka puasa," ungkapnya.

    Ayah tiga anak ini menambahkan, secara tidak langsung program "Buka Puasa Bayar Pake Doa" ini sekaligus mengenalkan merek Soto Kauman Express. Ia mengaku, pasca-program yang ia lakukan, pernah ia juga mengisi katering untuk pejabat setempat hingga nasional.

    "Walaupun itu semua (manfaat dikenal) gak pasti, tapi semangat berbaginya itu pasti bermanfaat," ungkapnya.

    Dibantu Pengusaha UMKM

    Ubaidillah mengatakan program "Buka Puasa Bayar Pake Doa" Soto Kauman Express yang dijalankan saat ini dibantu oleh pengusaha-pengusaha Usaha Mikro Menengah Kecil (UMKM). Tercatat 10 pengusaha UMKM turut bergabung dalam program berbuka puasa gratis ini.

    Pemilik Soto Kauman Express, Ubaidillah (34) memegang kartu doa sebagai alat transaksi berbuka puasa di bulan Ramadhan tahun ini. Kartu doa adalah alat membayar makanan yang disajikan dalam program "Buka Puasa Bayar Pake Doa".

    "Untuk makanan pilihan itu di-support teman-teman. Jadi setiap hari itu berganti makanannya. Jadi tahun ini lebih bervariasi makanannya," jelasnya.

    Adapun makanan dan minuman yang disuguhkan sebagai makanan keempat dalam program buka puasa gratis ini adalah Roti Maryam Eko, Otak-Otak Mama Susi, Combro dan Kroket Labodine, Cireng Judes, Pempek Bledos, Kebab Ajib, Singkong Thailand Phicoc, Jus Belimbing dari Distributor Toko Oleh-Oleh Depok, dan siomay.

    Pemilik Soto Kauman Express, Ubaidillah (34) memegang kartu doa sebagai alat transaksi berbuka puasa di bulan Ramadhan tahun ini. Kartu doa adalah alat membayar makanan yang disajikan dalam program "Buka Puasa Bayar Pake Doa".

    "Dulu yang tahun pertama buka puasa gratis kan saya sendiri tanpa bantuan. Tahun kedua ada bantuan dari siomay, dan yang ketiga alhamdulillah ada bantuan 10 pengusaha. Sekitar 1,5 bulan yang lalu saya ajak temen-temen untuk bergabung di program ini," jelas Ubaidillah.

    Salah satu pengusaha UMKM yang bergabung dalam program "Buka Puasa Bayar Pake Doa", Zaki (38) mengatakan, mengambil keputusan untuk mendukung dalam rangka kewajiban seorang Muslim untuk berbagi sedekah kepada orang yang berbuka puasa. Ia adalah pemilik distributor Toko Oleh-Oleh Depok dan turut menyediakan jus belimbing untuk berbuka puasa.

    "Ini kali pertama ini berkontribusi berbagi sedekah dengan orang Muslim yang berbuka puasa. Harapan saya program ini juga bisa diduplikasi oleh pengusaha lain. Di daerah lain, bagaimana duplikasi program dengan antar pengusaha. Sekaligus merekatkan antar UMKM dan bersedekah bersama," jelas Zaki kepada KompasTravel saat ditemui di warung Soto Kauman Express, Rabu kemarin.

    Ia mengingat, pertama kali ia terinspirasi karena menonton ulasan warung Soto Kauman Express di media elektronik. Ia kemudian datang dan mencoba mengenal pemiliki Soto Kauman Express.

    "Ada satu saat ketemu mas Ubaidillah di Jalan Margonda, tahun lalu ketemunya. Dulu sempet jadi konsumen Soto Kauman Express tapi pikir-pikir bagaimana bisa ikutan jadi kontributor," ungkapnya.

    Zaki menambahkan, dirinya ditawari menjadi kontributor program "Buka Puasa Bayar Pake Doa" sekitar 1,5 bulan yang lalu. Kemudian, ia langsung berdiskusi bersama keluarga dan menerima tawaran berkontribusi.

    Sumber: Travel.kompas

  • Meski sama-sama asli Ranah Minang, ada beberapa perbedaan mendasar antara nasi kapau dan nasi padang. Coba cicipi keduanya dan temukan letak perbedaan tersebut.

    Rumah makan padang tersebar di seantero Nusantara, dari kota besar hingga desa terpencil. Namun, ada rumah makan yang menyuguhkan 'nasi padang' dan ada pula yang menyajikan 'nasi kapau'.

    "Ada beberapa perbedaan antara nasi kapau dengan nasi padang. Pertama, nasi kapau dijual oleh orang asli Kapau," tutur Nusyirwan Effendi, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas kepada KompasTravel beberapa waktu lalu.

    Antropolog lulusan Bielefeld University itu mengungkapkan, Kapau adalah nama nagari (desa) yang terletak di Kabupaten 50 Kota. Warga lokal menyebut "warteg" ini sebagai "rumah makan nagari kapau".

    Perbedaan lainnya terletak dari sisi menu. Nusyirwan menuturkan, menu di rumah makan padang dipajang di etalase. Lain halnya dengan nasi kapau.

    "Menu nasi kapau dipajang di atas meja, letaknya lebih rendah dari si penjual. Kalau nasi padang kan etalasenya lebih tinggi," tambah dia.

    Oleh karena itu, pelancong yang ingin mencicipi nasi padang bisa langsung memilih menu dari etalase kaca. Lain halnya dengan nasi kapau, kita harus masuk dahulu ke restorannya untuk memilih menu.

    Gulai tambunsu adalah salah satu hidangan khas wilayah Kapau, Sumatera Barat. Ini merupakan hidangan berbahan dasar usus sapi yang dimasukkan adonan telur dan tahu.

    Bagaimana soal rasa, apakah ada perbedaan antara nasi padang dan nasi kapau? Nusyirwan menuturkan, ada satu hidangan yang punya cita rasa berbeda. Gulai Kapau, begitu nama hidangannya.

    "Bahan dasarnya kol, nangka, dan kacang panjang. Kuah gulainya berwarna kuning, dan ada cita rasa sedikit asam. Itu yang otentik," tuturnya.

    Gulai Kapau disantap bersama satu lauk. Tinggal pilih apakah olahan ikan, ayam, daging, atau hidangan khas Kapau lainnya yakni rendang ayam.

    Gulai tambunsu adalah salah satu hidangan khas wilayah Kapau, Sumatera Barat. Ini merupakan hidangan berbahan dasar usus sapi yang dimasukkan adonan telur dan tahu.

    Hal itu dibenarkan pakar kuliner Minang sekaligus penulis buku "Rendang Traveler: Menyingkap Bertuahnya Rendang Minang", Reno Andam Suri. "Rendang merupakan cara memasak, bukan makanan. Tiap daerah di Sumbar punya rendang khas masing-masing. Kapau misalnya, yang khas adalah rendang ayam," tutur Uni Reno kepada KompasTravel beberapa waktu lalu.

    Menu khas lainnya, sekaligus andalan nasi kapau adalah gulai tambunsu. Ini merupakan hidangan berbahan dasar usus sapi yang dimasukkan adonan telur dan tahu.

    Jika Anda berdomisili di Jakarta, cobalah datangi deretan gerai nasi kapau di Jalan Kramat Raya, tepat di bawah flyover. Pada bulan Ramadan, mayoritas gerai nasi kapau sudah buka sejak pukul 15.00 WIB hingga dini hari keesokan harinya.

    Cobalah berbuka puasa, atau makan sahur di salah satu gerainya. Temukan perbedaan menu, rasa, dan tampilan nasi kapau dengan nasi padang pada umumnya!

    Sumber: Travel.kompas
  • Masjid Istiqlal, Jakarta.

    MasterCard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) kembali digelar. Tahun ini, Indonesia menduduki peringkat ke-4 destinasi Muslim ramah tur.

    Tahun lalu, Indonesia menempati peringkat kelima dari sepuluh destinasi Muslim terbaik versi GMTI. Pada 2015, Malaysia menempati peringkat pertama, disusul Turki, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Indonesia, Oman, Jordania, dan Maroko.

    Namun, tahun ini, Indonesia naik satu peringkat dan berada di atas Qatar. Mengutip dari situs resmi CrescentRating, Rabu (8/6/2016), Malaysia masih menduduki peringkat pertama dari daftar Organisation of Islamic Cooperation (OIC) alias negara dengan mayoritas umat Muslim. Malaysia memperoleh skor 81,9, disusul oleh Uni Emirat Arab dengan skor 74,7.

    Turki menempati peringkat ketiga dengan skor 73,9. Sementara itu, Indonesia, yang menduduki peringkat keempat, mendapatkan skor 70,6.

    Dalam survei yang sama, diketahui, sebanyak 117 juta turis Muslim melakukan perjalanan sepanjang 2015. Jumlah tersebut mencapai 10 persen dari total semua perjalanan dari seluruh dunia. Diperkirakan, pada 2020, jumlahnya akan mencapai 168 juta turis Muslim. Asia dan Eropa adalah wilayah destinasi favorit para turis Muslim.

    Survei GMTI mencakup 130 destinasi dengan berbagai kriteria, mulai dari kenyamanan untuk perjalanan bersama keluarga, tingkat pelayanan dan fasilitas, opsi akomodasi, hingga perihal jumlah wisatawan.

    Berikut daftar 10 negara Muslim terbaik di dunia versi GMTI 2016:

    1. Malaysia (81,9)
    2. Uni Emirat Arab (74,7)
    3. Turki (73,9)
    4. Indonesia (70,6)
    5. Qatar (70,5)
    6. Arab Saudi (70,4)
    7. Oman (70,3)
    8. Maroko (68,3)
    9. Yordania (65,4)
    10. Bahrain (63,3)

    Jadi, tidak perlu jauh-jauh ke negara lain untuk mencari destinasi wisata yang ramah untuk umat Muslim jika Anda ingin tetap traveling pada bulan Ramadhan. Cukup carilah destinasi-destinasi wisata di Indonesia.

    Sumber: Travel.kompas
  • Peserta Musi Triboatton 2013 menyusuri Musi dengan perahu tradisional jukung dari Muara Beliti di Kabupaten Musi Rawas hingga Sekayu di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Lebih dari 100 peserta Musi Triboatton yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyusuri Sungai Musi sepanjang 500 kilometer dengan menggunakan berbagai moda transportasi sungai.

    Kementerian Pariwisata menyambut baik upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang mengembangkan wisata bahari dengan mengoptimalkan keelokan potensi Sungai Musi dalam menjaring wisatawan.

    "Sungai Musi bisa menjadi atraksi utama dan punya daya pikat tinggi," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (8/6/2016).

    Kalau sulit memikirkan konsep Sungai Musi sebagai destinasi utama, menurut Menpar, Palembang bisa mencari benchmark kota-kota lain di dunia yang memiliki sungai di tengah kotanya dan menjadi daya tarik wisata.

    "Bandingkan dengan kota-kota besar lain di dunia yang memiliki potensi sungai besar seperti Musi," katanya.

    Palembang perlu membandingkan dengan kota-kota lain seperti Bangkok dengan pesona Sungai Chao Phraya, London dengan Sungai Thames, Paris dengan Sungai Seine, Moskwa yang memiliki Sungai Moskwa, atau Kota Kairo dengan pesona Sungai Nil.

    Etape II Musi Triboatton 2013 dimulai dari Jembatan Kuning di Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Selasa (19/11/2013). Etape II ini diawali dengan menyusuri Musi dengan perahu cepat. Ajang ini jadi promosi wisata petualangan dan budaya sungai.

    Sebelumnya Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Palembang, M Safri Nungcik mengatakan pemerintah setempat akan mengembangkan wisata bahari Palembang dengan mengoptimalkan potensi wisata dari keelokan Sungai Musi.

    Dalam perencanaan Kota Palembang disebutkan bahwa kota ini memanfaatkan seluruh model transportasi yakni darat, sungai, dan udara. Untuk sungai akan dihidupkan, dalam arti bukan untuk angkutan barang dan orang saja tetapi juga untuk wisata.

    Model transportasi bus air langsung disiapkan, untuk mengantar wisatawan menuju sejumlah atraksi wisata penting di bantaran Sungai Musi.

    Bus air itu terhubung ke lokasi wisata Kampung Kapitan, Kampung Arab Al Munawar, kawasan 14 Ulu, kawasan 10 Ulu, dan Pulau Kemaro.

    Safri optimistis segera mengembangkan wisata bahari apalagi Sungai Musi merupakan nadi kehidupan di tengah Kota Palembang.

    Di bawah Jembatan Ampera, berbagai ragam kehidupan masyarakat di bekas pusat Kerajaan Sriwijaya bisa ditemui. "Kalau Thailand saja bisa memikat wisatawan asing dengan cara itu, Palembang juga pasti bisa," katanya.

    Sejumlah perahu siap mengantarkan wisatawan melintasi Sungai Chao Phraya di Bangkok, Thailand, awal Mei lalu, guna mengunjungi Candi Wat Arun yang tampak dari kejauhan.

    Untuk lebih melambungkan wisata Sungai Musi, Pemkot Palembang menggandeng BUMN, PT ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) akan membangun sebuah hotel dengan 20 lantai di kawasan Sungai Musi dengan investasi sekitar Rp 200 miliar. Kerja sama juga dilakukan dengan jaringan hotel Sahid Grup.

    "Jika ini dikemas dengan baik, saya optimistis Kota Palembang bakal menjadi kota wisata sungai pertama di Indonesia," kata Safri.

    Sumber: Kompas

  • Banjarnegara, kota yang menyimpan kekayaan yang begitu mempesona dan memanjakan mata ini mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Kota dengan minuman khas dawet ayu ini adalah kota yang sebagian besar berupa pegunungan, tak heran jika kota ini memiliki udara sejuk dan asri.

    Banyaknya tanaman dan sayuran yang tumbuh subur di daerah ini juga menjadi tambahan hiburan untuk menikmati sejuknya udara alami di Banjarnegara. Selain itu, Banjarnegara tentu saja juga memiliki potensi wisata yang bisa masuk daftar kunjungan liburan Anda. Mau tau?

    1. Kompleks Candi Arjuna

    Kompleks Candi Arjuna

    Mungkin sebagian orang menyangka bahwa Kompleks Candi Arjuna ini berada di Wonosobo. Secara geografis, kompleks wisata ini berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Kompleks candi arjuna memiliki luas sekitar 1 hektare, serta terdapat 4 bangunan candi, diantaranya ada Candi Srikandi, Candi Sembadra, Candi Semar, dan Candi Puntadewa yang posisinya berhadapan dengan Candi Arjuna. Selain Candi Semar, candi yang lainnya adalah candi untuk tempat sembahyang.

    Candi Srikandi dibangun untuk menyembah tiga dewa yaitu Syiwa, Brahma, dan Wisnu. Candi Arjuna, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra merupakan candi yang dibuat untuk menyembah Dewa Syiwa. Wisatawan yang mengunjungi kompleks candi tidak akan menemukan arca yang menghiasi candi. Karena, sebagian arca-arca ini dimuseumkan di Museum Kaliasa dan sebagian lagi sudah hilang.

    Melangkah sekitar 200 meter ke arah Barat, terdapat Candi Setyaki yang memiliki dua bangunan, namun hanya satu yang berdiri, itupun bagian atas belum terpasang. Satu bangunan lainnya, hanya berupa dasar bangunan. Candi Setyaki ini juga dibangun untuk menyembah Dewa Syiwa.

    Kompleks Candi Arjuna biasanya digunakan untuk pelaksanaan galungan, serta pemotongan anak gimbal yang menjadi khas di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Wisatawan juga dapat berfoto dengan Teletubies dan Warok di kompleks Candi Arjuna ini, biasanya mereka hanya ada pada saat akhir minggu, atau hari libur.

    2. Arung Jeram Sungai Serayu

    Arum Jeram di Sungai Serayu

    Pecinta arung jeram pasti sudah tidak asing lagi mendengar Sungai Serayu. Lokasi yang berada di sepanjang jalan yang menghubungkan Banjarnegara-Wonosobo menjadikan Sungai Serayu mudah untuk dijangkau. Sungai Serayu memiliki tingkat kesulitan 3 plus serta terdapat 25 jeram. Panjang jalur arung jeram di Sungai Serayu sekitar 14-26 kilometer. Waktu yang ditempuh untuk mengarungi sungai ini kurang lebih 2,5 hingga 5 jam.

    Wisatawan yang berarung jeram tidak akan bosan, karena pemandangan alam yang disuguhkan sangat memanjakan mata sehingga menjadikan Sungai Serayu sebagai tempat favorit bagi pemula maupun para profesional untuk melakukan arung jeram. Tak jarang Sungai Serayu dijadikan lokasi untuk lomba arung jeram nasional maupun internasional.

    3. Curug Giritirta


    Wisata alam Giritirta ini memiliki keistimewaan yaitu berupa tiga curug yang indah dan menawan dan terdapat pada satu wilayah. Desa Giritirta berjarak 35 kilometer dari arah utara Kota Banjarnegara. Curug Giritirta ini berada di Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran yang secara geografis masih menjadi bagian dari dataran tinggi Dieng.

    Desa Giritirta memiliki tiga curug dalam satu wilayah, yang pertama adalah Curug Genting. Wisatawan akan dimanjakan oleh air terjun dengan ketinggian 55 meter yang sangat cantik dan menawan. Sekitar 300 meter dari Curug Genting terdapat air terjun hangat, warga menyebutnya Giritirta Waterfall. Air hangat ini tercipta secara alami yang membuat bebatuan menguning akibat reaksi kimia belerang.

    Tak sedikit dari wisatawan yang terjun dan mandi untuk menikmati air terjun hangat sembari menikmati sejuknya udara. Setelah menikmati hangat dan menawannya Giritirta Waterfall, wisatawan akan disuguhkan oleh Curug Merawu. Ketinggiannya yang mencapai sekitar 70 meter membuat curug ini terlihat indah dengan jatuhnya rintikan air yang dapat dirasakan oleh pengunjung. Bebatuan di sekitar curug menambah pesona dan keindahan Curug Merawu ini, sayangnya terdapat coretan pengunjung yang tidak bertanggung jawab di bebatuan tersebut.

    4. Curug Pitu

    Curug Pitu (https://klikdieng.com/)

    Seperti namanya, Curug Pitu memiliki tujuh tingkatan air terjun yang begitu menawan dari atas sampai bawah. Curug yang tertinggi dan terbesar adalah curug yang paling bawah, ketika wisatawan menuju ke curug berikutnya, maka akan menemui curug yang semakin rendah dan semakin kecil. Jika Wisatawan ingin melihat seluruh tingkatan dari curug indah ini, maka harus menuju ke curug yang paling atas. Curug ketujuh ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter serta memiliki kolam di bawahnya yang dapat digunakan untuk mandi dan berendam. Lokasi curug ini berada di Desa Karang Kemiri, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara.

    Sayangnya, akses menuju ke objek wisata tidak begitu baik. Jalanan yang masih berupa aspal terjal, serta fasilitas-fasilitas yang tidak terawat. Selain itu, wisatawan akan menapaki jalan yang sempit dan licin untuk menuju ke curug-curug berikutnya. Dari keindahan dan pesona yang ada di Curug Pitu ini, Pemerintah kabupaten diharapkan dapat memperbaiki dan mengelola objek wisata sehingga dapat menarik banyak wisatawan untuk datang ke tempat yang begitu menawan ini.

    5. Curug Sirawe

    Curug Sirawe (https://idiengtour.blogspot.co.id)

    Salah satu air terjun yang begitu cantik dan menawan lainnya adalah Curug Sirawe. Air terjun Sirawe berada di Dusun Bitingan, Desa Kepakisan, Kecamatan Batur. Tak seperti curug yang lain, curug ini bisa dikatakan tersembunyi dan belum banyak orang yang mengetahui keberadaannya. Selain itu, untuk menuju ke objek wisata ini tidak mudah. Akses untuk menuju ke objek wisata ini hanya dapat menggunakan sepeda motor karena tidak ada angkutan umum di sekitar lokasi objek wisata, setelah itu wisatawan berjalan melewati jalan setapak dari Desa Bitingan menuju ke curug yang mempesona ini.

    Curug Sirawe yang sangat indah ini memiliki ketinggian sekitar 80 meter yang dibawahnya terdapat kolam kecil dan bebatuan. Ketika memasuki kawasan objek wisata ini, wisatawan akan disuguhi dengan tumbuhan yang tumbuh subur dan sangat memanjakan mata. Indah dan kokohnya curug ini diserasikan dengan sejuknya udara yang membuat nyaman pengunjung. Istimewanya, di curug ini pengunjung bisa merasakan perpaduan air dingin dan air panas.

    Dari kelima objek wisata yang ada di Banjarnegara, mungkin dapat menjadi destinasi wisata yang akan Anda kunjungi nantinya. Masih banyak juga tempat-tempat yang dapat dikunjungi selain tempat wisata, kuliner di Banjarnegara juga tidak kalah rasa dengan kota lain.

    Sumber: Liputan6

  • Salah satu yang sudah merasakan sensasi mandi jacuzzi tengah sawah adalah netizen dengan nama akun @mr_reply. "Berendem di alam bebas #berendem #airbelerang #gunungpeyek #ciseeng #onsen #instatraveling #bogor," tulisnya akun Instagram dengan foto berendam di Gunung Peyek ini.

    Tempat ini sangat cocok buat kamu yang ingin menghilangkan penat, meregangkan otot dan mengembalikan kebugaran tubuh. Cukup berendam di kolam air panas alami ini. Lokasi ini tak terlalu jauh dari wisata air panas Tirta Sanita, tapi masih belum ada papan petunjuk arah dan juga kendaraan roda empat tak memungkinkan menuju lokasi ini.

    Buat kamu yang ingin ke mata air panas Gunung Peyek, pilihlah waktu yang tepat dan cocok untuk berendam di sana.

    Sumber: Merdeka

  • Pemerintah mendorong pengembangan wisata paus di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebab, perairan di provinsi itu memiliki sedikitnya sepuluh jenis mamalia laut tersebut.

    "Kalau dilihat untaian pulau di NTT, keunggulannya itu di paus. Setahu saya ada 10 jenis paus di provinsi ini. Saya minta tolong ini bisa dikembangkan," kata Deputi IV Kementerian Koordinator Kemaritiman Safri Burhanuddin di Kupang, seperti dikutip Antara, Jumat (26/2).

    Safri menuturkan keberadaan beraneka jenis paus tersebut bisa menjadi tontonan menarik bagi wisatawan. Terlebih, pariwisata sejenis itu belum banyak diketahui masyarakat luas.

    "Saya minta tolong dari Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memantau kapan dan lokasi pemijahan paus agar bisa jadi tontonan menarik," ujarnya.

    Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan pihaknya tengah mematangkan wacana wisata paus tersebut. Sejak tahun lalu, NTT telah bekerja sama dengan peneliti Australia untuk mempromosikan budaya berburu paus di Desa Lamalera, Kabupaten Lembata, NTT.

    "Yang kami tahu, orang Lembata yang Katholik itu setiap tahun membunuh ikan paus. Makanya ini jadi pekerjaan rumah dinas perikanan untuk memantau kapan pemijahan ikan paus," katanya.

    Frans mengaku membutuhkan promosi untuk mengangkat pariwisata unik tersebut. Salah satu idenya menggelar seminar internasional tentang penangkapan paus pada Mei-Oktober.

    "Kami ingin undang orang-orang yang pro dan kontra soal penangkapan ikan paus. Biar berdebat mereka, jadilah promosi besar angkat wisatanya. Waktu seminarnya digelar saat musim penangkapan. Jadi ramai."

    Sumber: Merdeka

Comments

The Visitors says